Sabtu, 29 November 2025
Beranda / Berita / Aceh / Jaringan Telekomunikasi Lumpuh, Warga Aceh Kehilangan Kabar Keluarga Akibat Banjir

Jaringan Telekomunikasi Lumpuh, Warga Aceh Kehilangan Kabar Keluarga Akibat Banjir

Sabtu, 29 November 2025 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Kondisi bencana banjir Aceh yang berada di Desa Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. [Foto: Dokumen BPBA]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Banjir dan longsor besar yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh sejak beberapa hari terakhir, tidak hanya menghancurkan akses jalan dan fasilitas publik, tetapi juga melumpuhkan jaringan telekomunikasi dan listrik.

Akibatnya, banyak warga tidak dapat menghubungi keluarga mereka di daerah-daerah terdampak bencana dan kini diliputi kecemasan.

Sejumlah warga menilai respons pemulihan jaringan telekomunikasi berjalan lambat. Hingga hari ini, Sabtu (29/11/2025), layanan seluler di berbagai kawasan Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan sejumlah daerah pesisir masih tidak stabil bahkan sebagian sama sekali tidak bisa digunakan sejak Rabu, 26 November 2025.

Seorang warga, Faizil, asal Nisam, Aceh Utara, mengaku sudah tiga hari tidak dapat menghubungi keluarganya akibat jaringan telekomunikasi yang mati total.

"Jaringan bermasalah di sana karena listrik padam. Kami sangat mengkhawatirkan keadaan keluarga di kampung," ujar Faizil kepada media dialeksis.com, Sabtu (29/11/2025).

Ia mengatakan telah berusaha menghubungi keluarga maupun kerabat di berbagai desa melalui beberapa operator, namun tak satu pun tersambung.

"Sampai sekarang saya belum tahu keadaan orang tua. Saya hanya berharap semuanya dalam keadaan selamat," ungkapnya.

Situasi serupa dialami Fitri, warga asal Bener Meriah, yang terakhir berkomunikasi dengan keluarganya pada Selasa (25/11/2025), saat banjir mulai merendam beberapa desa.

"Sekarang sudah tidak bisa terhubung sama sekali. Saya sangat cemas memikirkan kondisi orang tua," tutur Fitri.

Gangguan jaringan terjadi akibat listrik mati massal setelah sejumlah tower transmisi PLN roboh tersapu arus banjir dan tanah longsor. Kondisi ini membuat sinyal seluler di sejumlah wilayah hilang atau muncul hanya sesekali dengan kekuatan sangat lemah.

Warga mempertanyakan lambannya langkah perusahaan penyedia jaringan untuk memulihkan layanan.

"Pemerintah harus bergerak cepat. Pihak Telkomsel juga terkesan lambat dalam penanganan. Ini masalah kemanusiaan, bukan sekadar teknis," ujar Fitri.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir dan longsor parah melanda wilayah pesisir utara dan timur seperti Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Selatan, hingga Aceh Singkil. Bahkan Kabupaten Bireuen dilaporkan nyaris lumpuh total, dengan fasilitas publik dan jalur logistik tidak berfungsi.

Sementara di wilayah tengah seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara, longsor besar memutus jalur utama antar kabupaten, sehingga bantuan sulit masuk ke daerah terisolasi.

Hampir seluruh wilayah Aceh terdampak bencana besar ini mulai dari pesisir utara dan timur, pesisir barat selatan, hingga dataran tinggi tengah Aceh. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI