DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Sekretariat Posko Darurat Pemerintah Aceh, Nasir Syamaun, menyampaikan bahwa operasi saat ini mulai bergerak fokus ke wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah hingga kini masih terisolasi, akibat akses darat yang terputus.
Pemerintah Aceh memprioritaskan pembukaan jalur logistik melalui Gunung Salak, jalur vital yang menghubungkan Aceh Utara dengan kawasan Dataran Tinggi Gayo.
“Besok enam alat berat akan kita turunkan ke Gunung Salak untuk membuka akses menuju Bener Meriah. Kita berharap isolasi bisa segera selesai,” ujar Nasir Syamaun di Posko Utama Darurat Bencana kepada awak media, Sabtu (29/11/2025).
Nasir menegaskan bahwa pembukaan akses tersebut bukan hanya untuk jalur bantuan logistik, tetapi juga penting bagi mobilitas masyarakat yang selama sepekan terakhir terjebak tanpa akses keluar.
“Artinya besok jalur distribusi logistik dan perjalanan masyarakat bisa dibuka kembali. Alat berat dikerahkan dibantu beberapa pihak. Kita harap dalam waktu dekat konektivitas pulih,” tambahnya.
Pemerintah Aceh juga mempercepat distribusi bantuan logistik untuk masyarakat terdampak banjir besar. Pengiriman beras dari Bulog dilakukan melalui jalur darat dan udara, serta direncanakan malam ini dikirim menggunakan kapal Bahari Express menuju wilayah timur Aceh.
“Logistik sudah mulai bergerak. Hari ini dan besok kita pastikan seluruh bantuan menyentuh titik-titik isolasi,” kata Nasir.
Tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan relawan telah mengevakuasi hampir seluruh warga dari titik-titik rawan banjir dan longsor. “Evakuasi 90 persen sudah selesai. Sisa 10 persen masih dilakukan penyelesaian oleh tim di lapangan,” jelas Nasir.
Posko Darurat kini mengalihkan fokus operasi ke wilayah lain yang sedang mengalami peningkatan ketinggian air, terutama Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang.
Di sektor energi, stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG secara nasional masih aman, tapi akses ke lokasi terdampak terhambat.
Nasir menyampaikan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengalihkan jalur logistik energi dari darat ke laut.
“Masalah kita bukan pada ketersediaan, tapi transportasi. Jalur darat rusak parah. Karena itu Pemerintah Aceh bekerja sama dengan Pertamina untuk pengiriman via laut menuju Pelabuhan Malahayati,” tegasnya.
Selain itu, lima pesawat Hercules dikerahkan untuk pengangkutan logistik dan bantuan darurat ke daerah pegunungan yang belum dapat dijangkau kendaraan darat.
Nasir mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan menahan diri dari tindakan panic buying. “Kita mohon masyarakat tetap tenang. Pemerintah bekerja siang malam memastikan bantuan tiba dan akses dibuka kembali,” tutupnya. [nh]