Senin, 13 Juli 2026
Breaking News
dishes
walikota
nagan
bank Aceh
pasang iklan
marketing

BERITA POPULER

Didi Supriadi: Jangan Biarkan Blok Andaman Hanya Lewat di Aceh

DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Polemik mengenai persetujuan Plan of Development (POD) I Lapangan Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman dinilai tidak seharusnya berhenti pada perdebatan teknis mengenai penggunaan Floating Production Storage and Offloading (FPSO) atau tarik-menarik kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah. Yang jauh lebih penting, Aceh harus memastikan proyek migas raksasa tersebut menjadi pintu masuk industrialisasi berbasis gas yang mampu mengubah struktur ekonomi daerah dalam jangka panjang.

Bupati Aceh Barat Antar Dua Anak Yatim pada Hari Pertama Masuk Sekolah

DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM mengantarkan dua orang anak yatim ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Meulaboh dalam rangka Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) pada Senin (13/7/2026).

Pertama di Aceh, RSUD Meuraxa Perkuat Layanan Jantung dengan Vivo Cardio CPM

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - RSUD Meuraxa Banda Aceh kembali memperkuat layanan kesehatan jantung dengan menghadirkan teknologi terbaru pada pelayanan Cathlab, yakni Vivo Cardio Cardiovascular Pressure Measurement (CPM) System.

Lewat GAMAS, Sekda Aceh Dorong Penguatan Peran Ayah dalam Mendukung Pendidikan Anak

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mendorong penguatan peran ayah dalam pendidikan anak melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) yang bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah di MTsN 1 Banda Aceh, Senin (13/7/2026). 

Kemal Fasya: Blok Andaman Jadi Ujian Serius Golkar di Aceh

DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Akademisi FISIP Universitas Malikussaleh, Dr. Teuku Kemal Fasya, menilai sikap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terhadap kepentingan Aceh dalam pengelolaan Blok Andaman dapat berdampak langsung terhadap masa depan Partai Golkar di Aceh.

Melihat Domino Secara Adil

DIALEKSIS.COM | Opini - Aceh perlu memandang cabang olahraga domino dengan jernih, adil, dan proporsional. Selama ini, domino kerap terlanjur ditempatkan dalam satu kotak stigma: judi, begadang, melalaikan, dan tidak bermanfaat. Padahal, dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh, domino telah lama hadir sebagai permainan rakyat yang hidup di warung kopi, pesta, pertemuan keluarga, dan ruang-ruang keakraban. Ia menjadi bahasa sosial yang sederhana: duduk bersama, bercanda, mengingat masa lalu, menyambung silaturahmi, dan merawat persahabatan.

Jadwal Imsakiyah
Kota Banda Aceh
kerjasamaJSI

KHAS DIALEKSIS