Senin, 10 Agustus 2026
Beranda / Berita / Aceh / 1.871 Hektare Sawah di Gayo Lues Rusak Gegara Bencana, 450 Ha Segera Direhabilitasi

1.871 Hektare Sawah di Gayo Lues Rusak Gegara Bencana, 450 Ha Segera Direhabilitasi

Senin, 10 Agustus 2026 17:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues Abdul Hakim mengatakan, perbaikan sawah rusak sedang akan dilakukan setelah optimalisasi lahan yang mengalami kerusakan ringan hampir rampung. [Foto: Diskominfo GL]


DIALEKSIS.CO | Blangkejeren - Sekitar 450 hektare sawah yang mengalami kerusakan sedang akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, direncanakan diperbaiki pada 2026. Optimalisasi lahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues Abdul Hakim mengatakan, perbaikan sawah rusak sedang akan dilakukan setelah optimalisasi lahan yang mengalami kerusakan ringan hampir rampung.

"Saat ini optimalisasi sawah yang rusak ringan di Gayo Lues telah mencapai 98 persen dan sudah dilaporkan ke Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR). Selanjutnya akan dilanjutkan ke rusak sedang," kata Abdul Hakim, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, data lahan yang mengalami kerusakan sedang telah disusun dan dilaporkan kepada pemerintah pusat serta Pemerintah Aceh. Ia berharap proses perbaikan dapat dilakukan tahun ini.

"Perbaikan lahan pertanian rusak sedang ini mungkin akan dilaksanakan pada tahun ini juga. Kita sudah membuat data dan dikirimkan ke pemerintah pusat maupun provinsi, semua kita laporkan," ujarnya.

Abdul Hakim menyebut total persawahan yang terdampak bencana hidrometeorologi tahun lalu mencapai 1.871 hektare. Kerusakan berat tercatat di tiga kecamatan, yakni Dabun Gelang, Tripe Jaya, dan Rikit Gaib.

Untuk menentukan teknis rehabilitasi, nantinya tim Studi Identifikasi dan Desain (SID) akan turun langsung ke lapangan. Tim tersebut akan menentukan skema pengerjaan berdasarkan kondisi lahan.

"Untuk teknis pengerjaannya, nanti kita kirim data dan ada tim SID yang akan turun ke lapangan untuk bagaimana skema pengerjaannya. Itu kita serahkan kepada ahlinya, bekerja sama dengan konsultan Aceh serta universitas yang ada di Aceh," jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan optimalisasi lahan persawahan akan melibatkan gabungan kelompok tani (gapoktan) yang berada di desa masing-masing.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Gayo Lues Selamat, SP. Dia mengatakan pengerjaan optimalisasi sawah yang rusak ringan selama ini dilakukan langsung oleh kelompok tani di desa masing-masing.

"Anggaran untuk perbaikan juga langsung ditransfer oleh Kementerian Pertanian ke kelompok tani tersebut. Sementara Dinas Pertanian hanya bertugas melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan serta menyampaikan laporan kepada atasan, baik daerah, provinsi maupun pusat," ujarnya. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI