Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / 33 Desa di Aceh Dilaporkan Lenyap Akibat Bencana Banjir dan Longsor

33 Desa di Aceh Dilaporkan Lenyap Akibat Bencana Banjir dan Longsor

Selasa, 06 Januari 2026 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Juru Bicara Posko Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Aceh sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sejak akhir 2025 lalu menyebabkan dampak serius, bahkan mengakibatkan puluhan desa dan dusun dilaporkan hilang atau lenyap terseret banjir bandang dan longsor.

Juru Bicara Posko Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Aceh sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa kerusakan terparah terjadi di beberapa kabupaten, terutama Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Pidie Jaya.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di Kecamatan Sekerak, tercatat lima desa yang terdampak sangat parah, yakni Desa Lubuk Sidup, Sekumur, Sekerak, Tanjung Geluampang, dan Baling Karang.

Seluruh desa tersebut dilaporkan sudah tidak dapat ditempati karena lenyap terseret arus banjir dan longsor.

Warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, sebagian besar ke rumah sanak saudara, sementara pemerintahan desa tidak dapat menjalankan aktivitas karena seluruh aparatur berada di pengungsian. Data ini bersumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Tamiang.

Sementara itu di Kabupaten Aceh Utara, bencana serupa melanda Kecamatan Sawang, dengan tiga desa yang dinyatakan hilang, yaitu Desa Gunci, Riseh Teungoh, dan Riseh Baroh.

Selain itu, di Kecamatan Langkahan, satu desa yakni Dusun Rayeuk Pangke juga dilaporkan lenyap akibat banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025. Kondisi tersebut membuat seluruh warga mengungsi dan pemerintahan desa lumpuh. Informasi ini juga dikonfirmasi oleh DPMG Aceh Utara.

Di Kabupaten Nagan Raya, dua desa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, masing-masing Desa Kuta Teungoh dan Babah Suak, turut terdampak dan dilaporkan hilang akibat terjangan banjir dan longsor.

Bencana hidrometeorologi juga melanda wilayah tengah Aceh. Di Kabupaten Aceh Tengah, satu desa di Kecamatan Ketol, yakni Desa Bintang Pupura, serta Desa Kalasegi di Kecamatan Bintang, dilaporkan terdampak parah.

Di Kabupaten Gayo Lues, dampak bencana menyebar di berbagai kecamatan. Di Kecamatan Rikit Gaib, Desa Kuning Kurnia dilaporkan hilang. Kemudian di Kecamatan Pantan Cuaca, terdapat tiga desa terdampak, yakni Tetinggi, Seneren, dan Remukut. Di Kecamatan Blangkejeren, Desa Agusen turut terdampak. Selanjutnya di Kecamatan Tripe Jaya, Desa Pasir dan Uyem Beriring dilaporkan rusak berat, serta Desa Pungke di Kecamatan Putri Betung.

Sementara di Kabupaten Aceh Tenggara, bencana hidrometeorologi menghantam Kecamatan Ketambe, dengan sejumlah desa terdampak berat, antara lain Desa Ketambe, Sinpur Jaya, Rumah Bundar, Bukit Bakhu, Leuser, Lawe Aunan, Jambur Lak-Lak, Jati Sara, Lawe Penanggalan, Bener Bepapah, dan Penungkunan.

Adapun di Kabupaten Pidie Jaya, satu desa di Kecamatan Meureudu, yakni Desa Blang Awe, juga dilaporkan terdampak parah akibat bencana serupa.

Murthalamuddin menegaskan, kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Aceh karena tidak hanya berdampak pada infrastruktur dan pemukiman, tetapi juga melumpuhkan roda pemerintahan desa serta mengganggu pelayanan dasar masyarakat.

"Pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan lanjutan, penanganan pengungsi, serta menyiapkan langkah pemulihan bagi wilayah-wilayah yang terdampak paling parah," tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI