Rabu, 30 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / 411 Warga Terdampak Banjir Aceh Tenggara, Alat Berat Dikerahkan

411 Warga Terdampak Banjir Aceh Tenggara, Alat Berat Dikerahkan

Selasa, 29 September 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Salah satu jembatan di Aceh Tenggara yang rusak a ki akibat banjir, Sabtu (26/9/2026). [Foto: Humas BPBA]


DIALEKSIS.COM | Kutacane - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara mengerahkan alat berat untuk menangani tanggul jebol dan menormalisasi Sungai Lawe Kisam. Petugas juga membersihkan pohon tumbang yang menghambat lalu lintas di jalan nasional Kutacane - Blangkejeren. 

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) per Senin (28/9/2026) pukul 15.20 WIB, sebagaimana diberitakan pada berita berbagai media, banjir berdampak terhadap 103 kepala keluarga atau 411 jiwa. Air dilaporkan mulai surut, sementara tidak ada korban jiwa maupun warga mengungsi dalam laporan tersebut.

Penanganan tanggul dilakukan menggunakan satu ekskavator di Desa Pancar Iman, Kecamatan Bambel. BPBD juga menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan kajian cepat dan mendata dampak bencana di lokasi terdampak.

Di sektor transportasi, petugas memotong dan membersihkan pohon tumbang di kawasan Tanjakan Gurah, Kecamatan Ketambe. Langkah ini menjadi bagian dari penanganan gangguan pada ruas jalan nasional Kutacane - Blangkejeren. 

Kepala BPBD Aceh Tenggara, Asbi, menjelaskan hujan berintensitas tinggi meningkatkan debit Sungai Lawe Kisam dan Lawe Kinga hingga air meluap ke permukiman. Dalam keterangannya yang diberitakan Metrotvnews.com, Senin (28/9/2026), ia menyebut pemantauan dan penanganan masih berjalan.

“Kondisi terakhir air mulai surut. Pemantauan dan penanganan di sejumlah titik terdampak masih terus dilakukan,” kata Asbi. 

Pembaruan yang diberitakan Masakini.co pada 28 September mencatat wilayah terdampak mencakup delapan kecamatan, yakni Lawe Sumur, Bukit Tusam, Bambel, Ketambe, Babussalam, Darul Hasanah, Lawe Bulan, dan Deleng Pokhkison. 

Sebelumnya, laporan BPBA pada Minggu (27/9/2026) masih mencatat 13 desa di tujuh kecamatan, dengan 52 KK atau 203 jiwa terdampak. Data tersebut merupakan laporan lebih awal dari pembaruan Senin sore.

Banjir meninggalkan kerusakan pada sejumlah jalur penghubung. Akses darurat di sekitar Jembatan Natam - Simpang Empat Tanjung dan akses Jembatan Mbarung menuju Kecamatan Lawe Alas dilaporkan tidak dapat dilalui setelah tergerus arus sungai.

Oprit atau jalan pendekat Jembatan Mbarung Datuk - Lawe Sikap juga amblas sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, material longsor menimbun badan jalan Kutacane–Blangkejeren dan menyebabkan tiang listrik PLN tumbang. 

Dampak banjir juga menjangkau lahan pertanian. Sekitar 40 hektare lahan di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan sekitarnya dilaporkan rusak, sedangkan sekitar 10 hektare sawah di Desa Kisam Gabungan turut terdampak. 

Dalam penanganan banjir sebelumnya di kabupaten yang sama, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I telah membersihkan material kayu yang tersangkut di Jembatan Pulo Latong, Kecamatan Babussalam. Info sebelumnya pada Rabu (23/9/2026) melaporkan pengerahan alat berat tersebut ditujukan untuk memperlancar aliran Sungai Lawe Bulan.

Kepala BWS Sumatera I, Asyari, saat itu juga menyampaikan rencana pembangunan enam sabo dam, tanggul pengendalian banjir, dan normalisasi sungai melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi. Per 23 September, program tersebut masih dalam proses lelang dengan rencana pelaksanaan 2026 - 2028. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI