Minggu, 30 November 2025
Beranda / Berita / Aceh / Antrean Panjang BBM Masih Terjadi di Bireuen

Antrean Panjang BBM Masih Terjadi di Bireuen

Minggu, 30 November 2025 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Murdeli

Antrean Panjang BBM Masih Terjadi di Bireuen. [Foto: Murdeli/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Bireuen - Antrean bahan bakar minyak (BBM) hingga empat hari pasca banjir Minggu (30/11/2025) masih terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Bireuen. Warga memburu pertalite, pertamax dan bio solar yang stoknya belum mampu memenuhi permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat dan juga pelintas.

Pantauan DIALEKSIS, Minggu (30/11/2025) di SPBU Reuleut, Kota Juang, pengendara sepeda motor mengantre panjang hingga sejauh 300 meter ke arah barat dari area SPBU yang terlihat ditutup dengan pembatas tali. Sementara minibus mengantre hingga simpang Adam Batre ke arah timur dari area SPBU.

Sementara di SPBU Juli, Kecamatan Juli yang ada stok BBM Pertalite saat itu, antrean roda dua dan roda empat memanjang hingga 400 meter ke arah Juli atau setelah RS BMC. Warga berpanas-panas dari pagi hanya untuk mendapatkan 3 liter pertalite. Sementara untuk satu mobil dibatasi 20 liter pertalite. Sedangkan bio solar dan pertamax sedang kosong.

Di SPBU Paya Meuneng, Kecamatan Peusangan Sabtu (29/11/2025) sore antrean pun terlihat panjang. Bahkan antrean roda dua dan roda empat memakan dua pertiga badan jalan sehingga kendaraan yang melintas harus berhati-hati. Polantas terlihat mengatur lalulintas agar tidak terjadi kecelakaan.

Ridwan, warga Bireuen yang sedang mengantre di SPBU Reuleut mengatakan terpaksa antre meski belum jelas kapan pasokan BBM tiba. 

"Lebih baik antri (e) dari sekarang walau panas dan capek, karena kalau tidak antre tidak dapat, satu dua jam dibuka langsung habis, sementara yang antre banyak," ujar Ridwan yang merupakan tukang ojek non aplikasi.

Hal sama terlihat di SPBU Peudada, Kecamatan Peudada dan SPBU Jeunieb, Kecamatan Jeunieb dan SPBU Cot Batee Geulungku, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen hingga Minggu (30/11) pukul 13.00.

Sementara di SPBU Ule Gle, Kecamatan Bandar Dua juga mangantre, sebagian antre dengan tidak membariskan kendaraan tetapi membawa botol minuman mineral yang sudah kosong. Mereka bergerombol di sekitar pompa BBM. Di SPBU Ule Gle ini yang mengantre tetapi tidak sebanyak di SPBU wilayah Bireuen.

Misbahuddin, di temui di SPBU Cot Batee Geulungku mengatakan sudah mengantre dua jam. "Kalau di kios yang biasa jual minyak di botol sama sekali tidak ada di Jeunieb, kali ini benar-benar parah, belum pernah antrean bahan bakar sampai sebanyak ini dan masalahnya berhari-hari," ucap Misbahuddin yang berharap persoalan bahan bakar dapat segera teratasi.

Sementata itu banjir yang terjadi sejumlah kecamatan di wilayah Bireuen selain merendam rumah warga di sejumlah kecamatan juga membuat fasilitas umum rusak seperti jalan, bahkan jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli dan jembatan Kutablang di Tingkeum Manyang, Kecamatan Kutablang putus. [mur]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI