DIALEKSIS.COM | Takengon - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bergerak cepat memfasilitasi jaringan internet darurat. Sejak hari pertama bencana, semua akses Komunikasi Lumpuh total.
Diskominfo Aceh Tengah segera memasang fasilitas jaringan internet darurat di pusat posko kebencanaan Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tengah, sebagai solusi sementara di tengah kelumpuhan akses telekomunikasi dan listrik akibat bencana hidrometeorologi. Hal ini menyebabkan penumpukan warga yang ingin menggunakan fasilitas ini untuk memberikan kabar.
Langkah ini diambil menyusul terputusnya total akses listrik dan jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut. Jaringan internet darurat ini bersumber dari internet satelit, yang menjadi jalur komunikasi vital bagi masyarakat terdampak.
Kondisi di posko kebencanaan Setdakab dipenuhi oleh penumpukan masyarakat yang datang dari berbagai pelosok di Dataran Tinggi Gayo. Mereka berbondong-bondong memanfaatkan satu-satunya akses komunikasi yang tersedia. Warga antre panjang dengan harapan dapat mengabarkan kondisi terkini mereka kepada sanak keluarga, kerabat, maupun kolega di luar daerah.
"Fasilitas internet terbatas ini menjadi denyut nadi kami. Banyak yang ingin mengabarkan bahwa mereka selamat, memastikan kondisi keluarga di tempat lain, atau menyampaikan kebutuhan mendesak," ungkap seorang warga yang sedang menunggu giliran.
Selain kebutuhan komunikasi pribadi, kelumpuhan total ini juga menghambat koordinasi penyaluran bantuan dan pendataan korban. Pemkab Aceh Tengah secara resmi memohon bantuan dari berbagai lini, baik dari pemerintah pusat, lembaga swadaya masyarakat, maupun mitra telekomunikasi, untuk segera memulihkan infrastruktur komunikasi di wilayah tersebut. Komunikasi cepat sangat krusial untuk memastikan aliran logistik dan respons kebencanaan berjalan efektif.
Kepala Diskominfo Kabupaten Aceh Tengah, Mustafa Kamal, menjelaskan bahwa putusnya jaringan disebabkan oleh terputusnya koneksi dari setiap tower Base Transceiver Station (BTS) di kabupaten, diperparah dengan habisnya daya listrik pada generator (genset) tower.
"Kami telah menyampaikan laporan terkait kebutuhan bantuan pemulihan jaringan kepada Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Aceh. Prioritas utama saat ini adalah memulihkan jaringan utama secepat mungkin agar penanganan pascabencana dapat berjalan optimal," ujar Mustafa Kamal.
Sementara itu, Luthfi, Kepala Kantor Balmon Spekfrekrad Kelas II Banda Aceh, merespons cepat laporan tersebut. Ia memastikan bahwa penanganan akan segera ditindaklanjuti.
"Kami akan berkoordinasi bersama Telkom Aceh untuk mempercepat pengaktifan kembali BTS di wilayah Aceh Tengah yang terdampak. Dalam upaya pemulihan ini, kami juga melibatkan dukungan dari pihak TNI," kata Luthfi, menegaskan komitmen untuk mengaktifkan kembali komunikasi di Dataran Tinggi Gayo.
Pemkab Aceh Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar, serta menggunakan fasilitas internet darurat ini secara bergantian dan bijak, mengingat kapasitasnya yang terbatas. [*]