DIALEKSIS.COM | Bireuen - Bupati Bireuen H Mukhlis ST menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon (28), dalam insiden penyerangan terhadap markas Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon Selatan.
Farizal merupakan personel Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-S yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ia meninggal dunia setelah diduga terkena serpihan artileri di wilayah Adshit Al-Qusayr, Distrik Marjayoun, Minggu (29/3/2026).
“Kami atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bireuen menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Praka Farizal. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Mukhlis.
Farizal meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), dan seorang anak perempuan berusia dua tahun, Shanaya Almahyra Elshanu. Keluarga almarhum saat ini tinggal di Asrama Kompi Markas Yonif 113/JS di Bireuen.
Mukhlis menyatakan pemerintah daerah siap memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia juga mengecam keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian.
“Prajurit tersebut menjalankan misi perdamaian dan seharusnya dilindungi oleh semua pihak,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Kabar duka ini turut mendapat perhatian luas dari masyarakat Bireuen. Sejumlah kalangan menyampaikan belasungkawa dan mengecam insiden yang menewaskan prajurit TNI tersebut.
Insiden ini juga mendapat kecaman dari Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres. Ia menyampaikan duka cita kepada keluarga korban serta kepada pemerintah Indonesia.
Dalam pernyataannya, UNIFIL mengonfirmasi satu personel tewas dan satu lainnya mengalami luka serius akibat serangan di pos penjagaan di Adshit Al-Qusayr. Peristiwa itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah di wilayah tersebut.
Jenazah Farizal dijadwalkan dipulangkan ke Indonesia. Namun, lokasi pemakaman masih menunggu keputusan pihak keluarga. [b/metro]