Jum`at, 04 April 2025
Beranda / Berita / Aceh / DPKA Gelar Aneka Lomba, Tingkatkan Budaya Literasi di Era Digital

DPKA Gelar Aneka Lomba, Tingkatkan Budaya Literasi di Era Digital

Senin, 05 Agustus 2024 21:45 WIB

Font: Ukuran: - +

Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar, didampingi Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh, Edi Yandra, menyerahkan hadiah dan menobatkan Raja dan Ratu Baca Aceh terpilih pada acara penobatan Raja dan Ratu Baca Aceh di Aula Perpustakaan Wilayah, Senin (5/8/2024). [Foto: dok. DPKA]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dalam upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) menggelar serangkaian lomba literasi sepanjang Agustus 2024. 

Beberapa kompetisi yang diadakan meliputi Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar se-Aceh, Lomba Perpustakaan Sekolah terbaik tingkat SMA/SMK/MA se-Aceh, dan Pemilihan Raja dan Ratu Baca Aceh 2024.

Kegiatan yang dimulai sejak 3 Agustus ini mencapai puncaknya pada Senin (5/8/2024). Acara puncak tersebut dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, Iskandar, yang mewakili Bunda Literasi Aceh, Mellani Subarni.

Dorongan Literasi untuk Gen Z

Dalam sambutannya, Iskandar menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu meningkatkan minat baca masyarakat, terutama di kalangan generasi Z. Ia menyebutkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar karena kecenderungan mereka lebih tertarik pada media digital dibandingkan buku cetak.

"Gen Z hidup di era digital yang serba cepat. Minat baca mereka cenderung menurun karena dominasi gadget dan media sosial. Tantangan kita adalah mencari cara agar membaca tetap relevan dan menarik bagi mereka," ujar Iskandar.

Ia menekankan bahwa membaca merupakan kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang cerdas dan kritis. Oleh karena itu, inovasi seperti pemilihan Raja dan Ratu Baca Aceh serta Lomba Bertutur diharapkan bisa memotivasi anak-anak dan remaja untuk mencintai buku dan literasi.

Hasil Kompetisi dan Apresiasi

Pada kesempatan itu, sejumlah pemenang diumumkan. Untuk Pemilihan Raja dan Ratu Baca Aceh 2024, gelar Raja Baca diraih oleh M. Fariz Al Muzatu dari Lhokseumawe, sementara Fania Shella Farahna dari Aceh Besar terpilih sebagai Ratu Baca.

Sedangkan Raja dan Ratu Baca Favorit diberikan kepada Yasin Bayla (Raja Baca Favorit I) dari Aceh Tamiang; Ayu Muspika (Ratu Baca Favorit I) dari Bireuen; Awangga Dwi Prabowo (Raja Baca Favorit II) dari Banda Aceh; dan Miswana Almadania (Ratu Baca Favorit II) dari Bireuen.

Untuk Lomba Bertutur tingkat SD, hasilnya antara lain Juara I diraih MIN 16 Aceh Barat, Juara II MIN 27 Aceh Besar, dan UPTD SD Negeri 1 Bireuen raih Juara III.

Sementara itu, untuk Lomba Perpustakaan Sekolah Terbaik tingkat SMA/SMK/MA, para pemenangnya, sebagai berikut SMA Negeri 2 Unggul Ali Hasjmy, Aceh Besar meraih Juara I, Juara II dipegang SMA Negeri 1 Bireuen, dan Juara III diraih SMA Negeri Kejuruan Muda, Aceh Tamiang

Kepala DPKA Dr Edi Yandra didampingi Sekdis Zulkifli menyerahkan hadiah kepada Juara Pertama lomba bertutur tingkat SD/MI se-Aceh. [Foto: dok. DPKA]

Komitmen Memajukan Literasi Aceh

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Edi Yandra, mengungkapkan bahwa pemilihan Raja dan Ratu Baca telah menjadi agenda tahunan sejak 2010. Hingga saat ini, program ini telah melahirkan 12 pasangan Raja dan Ratu Baca Aceh yang menjadi duta literasi di provinsi tersebut.

"Program ini dirancang untuk memotivasi masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, agar mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai bagian dari budaya hidup mereka," ujar Edi.

Selain itu, pemenang Lomba Bertutur tingkat provinsi akan mewakili Aceh di tingkat nasional, membawa nama baik provinsi sekaligus mempromosikan budaya Aceh melalui cerita yang mereka sampaikan.

Edi berharap dukungan penuh dari Bunda Literasi Aceh dan berbagai pihak terkait dapat membawa Aceh kembali meraih prestasi di tingkat nasional, seperti pada 2019 ketika Aceh berhasil memenangkan Lomba Bercerita Tingkat Nasional.

Dengan kegiatan ini, DPKA Aceh berharap dapat menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, dan memiliki kecintaan terhadap literasi di tengah derasnya arus informasi digital. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI