Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Fokus Pemulihan, Bantuan Alat Pendidikan Jadi Kebutuhan Mendesak bagi Penyintas Banjir Aceh

Fokus Pemulihan, Bantuan Alat Pendidikan Jadi Kebutuhan Mendesak bagi Penyintas Banjir Aceh

Jum`at, 16 Januari 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Relawan kemanusiaan dari KontraS Aceh, Agus Agandi. [Foto: Dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Memasuki masa transisi pemulihan pascabanjir, bantuan alat pendidikan dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi penyintas banjir di Aceh, khususnya bagi anak-anak yang tetap ingin melanjutkan proses belajar di tengah keterbatasan.

Relawan kemanusiaan dari KontraS Aceh, Agus Agandi, mengatakan bahwa penyaluran bantuan saat ini tidak hanya berfokus pada kebutuhan konsumtif, tetapi juga harus mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak terdampak bencana.

“Anak-anak penyintas banjir tetap ingin belajar. Karena itu, bantuan yang diberikan seharusnya berupa alat pendidikan yang benar-benar mereka butuhkan, seperti Juz Amma, Al-Qur’an, maupun perlengkapan sekolah seperti meja belajar, buku tulis, pulpen, dan alat tulis lainnya,” ujar Agus saat dimintai tanggapan oleh media dialeksis.com, Jumat (16/1/2026).

Ia mengingatkan pentingnya menyesuaikan bantuan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Berdasarkan pengalamannya saat menyambangi Desa Padang Meria, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Agus menemukan banyak bantuan pendidikan yang tidak tepat sasaran.

“Di lokasi tersebut, anak-anak justru banyak menerima Iqra, padahal menurut keterangan guru mengaji setempat, mereka sudah berada pada tahap belajar Juz Amma. Akibatnya, Iqra yang ada tidak dimanfaatkan,” jelasnya.

Menurut Agus, bantuan yang tidak sesuai kebutuhan berpotensi mubazir dan tidak memberikan dampak maksimal bagi pemulihan pendidikan anak-anak.

Oleh karena itu, pendataan kebutuhan secara cermat menjadi hal penting sebelum penyaluran bantuan dilakukan.

Selain alat pendidikan, Agus juga menyoroti kebutuhan mendesak lainnya dalam masa pemulihan, seperti layanan air bersih, sembako, serta sandang dan pangan.

Ia menyebutkan, banyak orang tua terdampak belum dapat kembali bekerja karena masih fokus membersihkan rumah dan lingkungan pascabanjir.

“Saat ini masyarakat sedang berupaya memulihkan kondisi tempat tinggalnya. Maka, kebutuhan dasar harus tetap diperhatikan agar proses pemulihan berjalan lebih ringan dan berkelanjutan,” pungkasnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI