DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mendorong pengembangan investasi yang memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Arah tersebut menjadi bagian dari rencana pembangunan Hotel Aceh Heritage di depan Masjid Raya Baiturrahman dengan konsep green building dan green energy.
Dalam wawancara dengan Dialeksis, Illiza mengatakan kehadiran hotel tersebut diharapkan dapat menggerakkan aktivitas bisnis serta memperkuat daya tarik Banda Aceh sebagai tujuan investasi dan wisata.
“Saya yakin hotel ini akan menjadi pusat bisnis, pusat edukasi, dan pusat silaturahmi yang akan mendatangkan investasi bagi kota Banda Aceh,” ujar Illiza.
Pemerintah Kota Banda Aceh menyiapkan pembangunan hotel itu bersama PT Alam Ujung Bukit, PT APCA Tirta Engineering, dan PT Comestoarra. Konsep bangunan hijau dan penggunaan energi ramah lingkungan menjadi bagian dari arah pengembangannya.
Dari sisi ekonomi, pengembangan hotel berpotensi memperluas peluang usaha di sekitarnya, mulai dari kuliner, transportasi, hingga produk kerajinan. Peluang kerja dan keterlibatan UMKM lokal dapat tumbuh apabila masyarakat dilibatkan dalam pembangunan, penyediaan kebutuhan, dan operasional hotel.
Dengan keterlibatan tersebut, manfaat investasi dapat menjangkau pelaku usaha lokal dan generasi muda yang ingin mengembangkan usaha di sektor pariwisata. Penguatan ekonomi masyarakat menjadi peluang yang dapat berjalan seiring dengan pengembangan wisata religi dan sejarah Banda Aceh.
Menurut Illiza, tantangan krisis energi, perubahan iklim, dan ketidakpastian ekonomi akibat dinamika global perlu dijawab dengan langkah yang membuka peluang bagi daerah. Ia memandang investasi hijau sebagai salah satu jalan untuk memperkuat ekonomi Banda Aceh dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan.
Hotel Aceh Heritage diharapkan memadukan pengalaman spiritual, edukasi sejarah, dan napak tilas bencana tsunami. Perpaduan itu menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ingin dihadirkan kepada pengunjung.
“Saya berharap, keberadaan Hotel Aceh Heritage ini menjadi hotel pertama di Indonesia bahkan di dunia yang akan mengintegrasikan pengalaman spiritual, edukasi sejarah dan napak tilas bencana tsunami, dan menjadi pelopor dalam penerapan green building dan green energy,” kata Illiza.
Gagasan tersebut juga disampaikan Illiza saat mengunjungi Center of Excellence Comestoarra di Jakarta, Kamis (17/9/2026), sebagaimana diberitakan.
Illiza menekankan pentingnya menjaga hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Karena itu, rencana pengembangan hotel juga mencakup pengelolaan sampah skala komunal dari hotel dan kawasan sekitarnya untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan.
“Salah satunya adalah menyolusikan sampah skala komunal di hotel dan sekitarnya dan memanfaatkannya sebagai energi terbarukan,” ujarnya.
Melalui konsep tersebut, Illiza berharap Hotel Aceh Heritage dapat menjadi contoh investasi yang mempertemukan kegiatan bisnis, edukasi, wisata, dan kepedulian terhadap lingkungan di Banda Aceh.[arn]