Minggu, 27 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / International Office UIN Ar-Raniry dan Konjen RRT Medan Jajaki Tiga Agenda Strategis

International Office UIN Ar-Raniry dan Konjen RRT Medan Jajaki Tiga Agenda Strategis

Sabtu, 26 September 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

UPT Pusat Layanan Internasional (International Office) UIN Ar-Raniry berkunjung ke Kantor Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Medan pada 24-25 September 2026. [Foto: Humas UINAR]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh terus memperkuat langkah internasionalisasi kampus melalui pengembangan kerja sama dengan berbagai mitra luar negeri.

Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan resmi UPT Pusat Layanan Internasional (International Office) UIN Ar-Raniry ke Kantor Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Medan pada 24-25 September 2026.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Rakyat Tiongkok. Delegasi UIN Ar-Raniry dipimpin Kepala UPT Pusat Layanan Internasional, Prof. Dr.phil. Saiful Akmal, S.Pd.I, MA, bersama Teuku Zulyadi, M.Kesos., Ph.D, dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi sekaligus Direktur Chinese Corner UIN Ar-Raniry.

Menurut Saiful Akmal, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Konjen RRT Medan dengan pihak UIN Ar-Raniry pada Februari 2026. Dalam pertemuan sebelumnya, kedua pihak telah membahas pengembangan Chinese Corner sebagai pusat pembelajaran bahasa dan budaya Tiongkok di lingkungan kampus.

Saiful mengatakan, penguatan kerja sama internasional menjadi salah satu agenda yang terus didorong UIN Ar-Raniry di bawah kepemimpinan Rektor terpilih, Prof. Mujiburrahman. Internasionalisasi dan penguatan reputasi akademik global menjadi bagian dari arah pengembangan kampus ke depan.

“International Office terus berupaya membangun jembatan kerja sama dengan berbagai negara. Ini bagian dari upaya UIN Ar-Raniry menuju World Class Islamic University,” kata Saiful.

Menurutnya, kerja sama internasional tidak hanya diarahkan pada hubungan kelembagaan, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, dan pengembangan akademik.

Karena itu, UIN Ar-Raniry saat ini tidak hanya mengembangkan kerja sama dengan Tiongkok, tetapi juga menjajaki hubungan akademik dengan sejumlah negara lainnya, seperti Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, Rusia, dan Uni Emirat Arab.

Di bidang pendidikan Amerika Serikat, UIN Ar-Raniry telah memiliki EducationUSA. Sementara dengan Tiongkok, kampus mengembangkan Chinese Corner. UIN Ar-Raniry juga menjajaki pembukaan kerja sama dengan Russian House, serta berencana mengaktifkan kembali Warung Prancis dan Deutsche Ecke sebagai bagian dari penguatan jejaring internasional kampus.

Saiful menjelaskan, keberadaan Chinese Corner UIN Ar-Raniry memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu pintu masuk bagi mahasiswa Aceh untuk mengenal bahasa, budaya, pendidikan, dan peluang akademik di Tiongkok.

Chinese Corner tidak hanya diposisikan sebagai ruang pembelajaran bahasa Mandarin, tetapi juga sebagai bagian dari strategi internasionalisasi kampus.

Menurutnya, Chinese Corner UIN Ar-Raniry memiliki keunikan karena menjadi pusat pembelajaran bahasa Tiongkok di Aceh yang memperoleh dukungan langsung dari Konsulat Jenderal RRT Medan.

Dukungan tersebut mencakup bahan pembelajaran, fasilitasi tenaga pengajar, serta akses terhadap informasi program beasiswa dan peluang kerja sama akademik dengan perguruan tinggi di Tiongkok.

“Chinese Corner bukan sekadar ruang belajar bahasa, tetapi juga menjadi pintu masuk mahasiswa Aceh untuk mendapatkan akses pendidikan dan kerja sama akademik dengan Tiongkok,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan pusat tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa UIN Ar-Raniry untuk memperoleh pengalaman akademik internasional.

Dalam pertemuan dengan pihak Konsulat Jenderal RRT di Medan, kedua pihak membahas sejumlah agenda penguatan kerja sama. Pertemuan berlangsung di Kantor Konsulat Jenderal RRT, Jalan Walikota, Medan, pada 24 September 2026, sekitar pukul 11.00 hingga 13.00 WIB.

Pertemuan tersebut menghasilkan tiga agenda utama yang akan ditindaklanjuti.

Pertama, terkait rencana peresmian Chinese Corner UIN Ar-Raniry. Proposal peresmian akan diusulkan oleh Pejabat Konsul Jenderal RRT Medan, Mr. Song Jianming, bersama Wakil Konsul Yu Lei kepada Konjen RRT Medan, Huang He. Peresmian tersebut ditargetkan dapat dilaksanakan pada pekan pertama Desember 2026.

Kedua, kedua pihak menjajaki fasilitasi penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara UIN Ar-Raniry dengan salah satu universitas di Tiongkok.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang bagi pengembangan program akademik, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta kerja sama pendidikan lainnya.

Ketiga, pihak Konsulat Jenderal RRT Medan dan UIN Ar-Raniry akan mendorong pelaksanaan sosialisasi program beasiswa pendidikan ke Tiongkok.

Sosialisasi tersebut ditargetkan dapat dilaksanakan sebelum November 2026 sehingga mahasiswa dan sivitas akademika UIN Ar-Raniry memperoleh informasi lebih awal mengenai berbagai peluang pendidikan di Tiongkok.

Saiful mengatakan, tiga agenda tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat kerja sama yang selama ini telah dibangun.

“Yang paling penting adalah bagaimana kerja sama ini dapat diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat bagi mahasiswa dan sivitas akademika,” katanya.

Selain melakukan pertemuan diplomasi akademik, delegasi UIN Ar-Raniry juga menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Rakyat Tiongkok yang digelar di Grand City Hall Hotel, Medan.

Kehadiran delegasi UIN Ar-Raniry dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus mempererat hubungan lintas budaya antara Indonesia dan Tiongkok.

Delegasi UIN Ar-Raniry bertolak dari Banda Aceh menuju Medan pada 23 September 2026 dan menjalankan rangkaian agenda hingga 25 September 2026. Keberangkatan sehari lebih awal dilakukan karena keterbatasan jadwal penerbangan, namun seluruh agenda kunjungan tetap dapat dilaksanakan sesuai rencana.

Saiful menilai, hubungan dengan lembaga diplomatik dan perguruan tinggi luar negeri merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem akademik yang lebih terbuka.

Menurutnya, internasionalisasi tidak cukup hanya dengan membangun kerja sama di atas kertas. Kerja sama harus diarahkan pada program yang dapat menghasilkan pertukaran pengetahuan, mobilitas akademik, akses beasiswa, penguatan kapasitas mahasiswa dan dosen, serta peluang penelitian bersama.

Lebih lanjut, Saiful menyebut pengembangan jejaring internasional merupakan bagian dari upaya UIN Ar-Raniry memperkuat reputasi akademiknya di tingkat global.

Selain Tiongkok, International Office terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara dan lembaga internasional.

Menurutnya, keberadaan berbagai pusat layanan dan representasi budaya seperti EducationUSA, Chinese Corner, serta rencana pengembangan Russian House, Warung Prancis, dan Deutsche Ecke dapat menjadi sarana bagi sivitas akademika untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan akademik dan budaya internasional.

Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa dan memberikan akses yang lebih besar terhadap peluang pendidikan di luar negeri.

“Internasionalisasi harus dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa. Karena itu, kita ingin membangun sebanyak mungkin akses, baik melalui bahasa, beasiswa, pertukaran, maupun kerja sama akademik," tutupnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI