Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Jalan Blang Padang-Ulee Lheu Macet Parah, Warga Harap Ada Polisi Mengatur Lalu Lintas

Jalan Blang Padang-Ulee Lheu Macet Parah, Warga Harap Ada Polisi Mengatur Lalu Lintas

Sabtu, 14 Maret 2026 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Arus lalu lintas di ruas jalan dari kawasan Blang Padang menuju arah Ulee Lheu mengalami kemacetan parah pada Sabtu sore (14/3/2026), tepatnya di depan RRI Aceh, Gampong Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Arus lalu lintas di ruas jalan dari kawasan Blang Padang menuju arah Ulee Lheu mengalami kemacetan parah pada Sabtu sore (14/3/2026), tepatnya di depan RRI Aceh, Gampong Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Kepadatan kendaraan semakin terasa menjelang waktu berbuka puasa Ramadan 1447 Hijriah.

Ribuan warga memadati kawasan tersebut untuk ngabuburit, berburu takjil, sekaligus menikmati suasana sore Ramadan di sekitar Blang Padang. Namun, tingginya aktivitas masyarakat tidak diimbangi dengan pengaturan lalu lintas yang memadai di lokasi.

Pantauan media dialeksis.com di lapangan menunjukkan kendaraan roda dua dan roda empat bergerak sangat lambat bahkan beberapa kali terhenti. Deretan pedagang takjil yang berjualan di sisi kiri dan kanan jalan membuat ruang kendaraan semakin sempit.

Lapak-lapak darurat berdiri rapat, sebagian bahkan memanfaatkan bahu jalan. Para pembeli yang berhenti untuk berbelanja juga memarkir kendaraan di tepi jalan tanpa pengaturan yang jelas. Kondisi ini membuat arus lalu lintas semakin semrawut, terlebih ketika waktu berbuka puasa semakin dekat.

Faisal, salah satu pengguna jalan yang melintas dari arah Ulee Lheu menuju pusat kota, mengaku harus terjebak kemacetan cukup lama di ruas jalan tersebut.

“Biasanya saya lewat sini paling lama lima menit sudah tembus. Tapi sore ini saya hampir 20 menit lebih terjebak macet. Motor, mobil, semuanya bercampur dan parkir juga tidak teratur,” ujar Faisal kepada Dialeksis.com, Sabtu, 14 Maret 2026.

Ia juga menyoroti tidak adanya petugas yang berjaga untuk mengatur arus kendaraan di titik yang dikenal ramai setiap Ramadan itu.

“Yang sangat disayangkan, saya tidak melihat ada polisi atau petugas yang mengatur lalu lintas. Padahal ini setiap Ramadan pasti padat. Harusnya ada yang berjaga, supaya kendaraan tidak saling berebut jalan,” katanya.

Menurut Faisal, keberadaan aparat sangat penting untuk membantu mengurai kemacetan sekaligus menjaga ketertiban pengguna jalan.

“Polisi kan abdi negara yang mengabdi kepada rakyat. Kalau kondisi seperti ini dibiarkan tanpa pengaturan, kasihan masyarakat yang melintas. Harapan kami ada polisi yang turun langsung mengatur lalu lintas,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Rini, warga Ulee Lheu yang sore itu melintas untuk membeli takjil. Ia menilai kemacetan di kawasan tersebut sebenarnya bisa diantisipasi jika ada pengaturan lalu lintas yang lebih serius.

“Kami senang melihat pedagang ramai dan ekonomi masyarakat bergerak selama Ramadan. Tapi kalau tidak ada yang mengatur lalu lintas, akhirnya pengguna jalan yang kesulitan,” kata Rini.

Ia mengaku sempat melihat beberapa kendaraan hampir bersenggolan karena jalan yang semakin sempit akibat parkir sembarangan.

“Tadi saya lihat ada beberapa motor hampir bertabrakan karena ruang jalannya sempit sekali. Kalau ada petugas di sini tentu bisa lebih tertib,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan sekitar Blang Padang memang menjadi salah satu titik favorit masyarakat Banda Aceh untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa. Karena itu, ia berharap pihak terkait dapat menempatkan petugas di titik-titik rawan macet selama Ramadan.

“Minimal menjelang waktu berbuka ada polisi yang berjaga di sini untuk mengatur arus kendaraan. Bukan hanya mengurai kemacetan, tapi juga memberi rasa aman bagi masyarakat,” tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI