Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Jelang Ramadan, Warga Aceh Utara Desak Percepatan Pembangunan Huntara

Jelang Ramadan, Warga Aceh Utara Desak Percepatan Pembangunan Huntara

Rabu, 04 Februari 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Rizkita Gita

Jelang Ramadan, Warga Aceh Utara Desak Percepatan Pembangunan Huntara. Foto: for Dialeksis 


DIALEKSIS.COM | Aceh Utara - Warga Gampong Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, mendesak agar pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir dapat dipercepat dan sudah bisa ditempati sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Hingga saat ini, progres pembangunan Huntara masih terkendala lambatnya pasokan material bahan bangunan. Kondisi tersebut menyebabkan pengerjaan hunian berjalan lambat dan belum sesuai dengan harapan warga.

Kepala Desa Paya Rabo Lhok, Zubir, mengatakan dari total 96 unit Huntara yang direncanakan, baru 36 unit yang mulai dikerjakan. Sebagian unit tersebut pun masih berada pada tahap pemasangan rangka baja, dinding, dan atap.

“Informasi dari pihak kontraktor, target penyelesaian pada 15 Februari 2026. Namun saya khawatir tidak akan rampung, mengingat awal puasa diperkirakan mulai 18 Februari,” kata Zubir kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

Zubir menambahkan, kondisi ekonomi warga pascabencana hingga kini belum pulih. Dalam satu bulan terakhir, bantuan kemanusiaan hampir tidak lagi diterima oleh masyarakat terdampak banjir.

Bahkan, sebagian besar warga kehilangan sumber penghasilan sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk kebutuhan pangan menjelang Ramadan.

“Ekonomi masyarakat benar-benar lumpuh. Untuk makan sehari-hari saja sudah sulit, sementara Ramadan sudah di depan mata. Stok bahan pangan warga sangat terbatas,” ungkapnya.

Ia berharap, selain percepatan pembangunan Huntara, pemerintah dan pihak terkait juga terus menyalurkan bantuan kemanusiaan, khususnya bantuan pangan dan kebutuhan pokok selama bulan Ramadan.

“Jangan sampai warga menjalani ibadah puasa tanpa kepastian tempat tinggal dan tanpa persediaan pangan yang cukup,” pungkas Zubir.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI