DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Antrean kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) di Banda Aceh, Kamis (5/3/2026).
Kondisi ini dipicu kekhawatiran warga terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) setelah muncul informasi mengenai stok BBM nasional yang disebut hanya bertahan sekitar tiga pekan atau 20 hari.
Sebelumnya,, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut stok bahan bakar minyak (BBM) nasional masih cukup untuk 20 hari kedepan.
Bahlil memastikan kecukupan seluruh kebutuhan minyak dalam negeri di tengah konflik Amerika Serikat Israel dengan Iran.
Pantauan Dialeksis.com di beberapa SPBU menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terjadi sejak pagi hari. Di beberapa lokasi, panjang antrean bahkan mencapai ratusan meter hingga meluber ke badan jalan.
Di SPBU Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, misalnya, antrean kendaraan terlihat memanjang hampir mencapai 500 meter. Ratusan sepeda motor dan mobil tampak mengular di sepanjang jalan menuju lokasi pengisian BBM.
Sejumlah warga mengaku telah datang sejak pagi untuk memastikan mendapatkan BBM, khususnya jenis Pertalite yang paling banyak digunakan masyarakat.
Salah seorang warga Gampong Lamdingin, Maya, mengatakan dirinya sengaja datang lebih awal ke SPBU Gampong Mulia karena khawatir stok BBM akan menipis dalam waktu dekat.
“Informasinya kan stok BBM cuma sekitar 20 hari dari Pak Menteri. Jadi daripada nanti krisis, saya pilih datang lebih awal untuk isi minyak di sini,” kata Maya kepada Dialeksis.com.
Ia mengaku sudah berada di lokasi sejak pagi hari dan memilih tetap mengantre meskipun antrean cukup panjang. “Saya sudah datang sejak pagi tadi. Antreannya memang panjang sekali, tapi mau bagaimana lagi. Daripada nanti pulang lalu tidak dapat minyak,” ujarnya.
Menurut Maya, sebagian warga juga ikut mengantre karena mendengar kabar serupa dari media sosial maupun percakapan masyarakat di lingkungan mereka.
“Banyak orang yang bilang stok minyak lagi menipis. Jadi orang-orang langsung panik dan datang isi minyak,” tambahnya.
Antrean panjang tidak hanya terjadi di SPBU Gampong Mulia. Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Lamdingin, di mana antrean kendaraan bahkan menjalar hingga ke jalan lintas kawasan Syiah Kuala.
Sejumlah pengendara terlihat memarkirkan kendaraan mereka di sepanjang jalan sambil menunggu giliran mengisi BBM.
Situasi yang hampir sama juga terjadi di SPBU Lingke dan SPBU Lamnyong. Di kedua lokasi tersebut, masyarakat terlihat ramai mengantre sejak pagi hingga siang hari.
Seorang sopir truk, Rizal, mengatakan dirinya terpaksa ikut mengantre karena membutuhkan BBM untuk melanjutkan pekerjaannya.
“Kalau tidak antre sekarang, nanti bisa-bisa tidak kebagian minyak. Kami sopir sangat bergantung pada BBM untuk bekerja,” kata Rizal.
Ia mengaku antrean kali ini jauh lebih panjang dibanding hari-hari biasa. “Biasanya antre ada juga, tapi tidak sepanjang ini. Hari ini kelihatannya semua orang ikut isi minyak,” ujarnya.
Rizal menilai kepanikan masyarakat terjadi karena kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya kelangkaan BBM dalam waktu dekat.
“Orang takut minyak habis, makanya semua langsung ke SPBU. Kita berharap stok BBM tetap ada,"tuturnya. [nh]