Sabtu, 11 Juli 2026
Beranda / Berita / Aceh / Menembus Medan Ekstrem, TNI Pikul Material Jembatan Demi Warga Pedalaman Gayo Lues

Menembus Medan Ekstrem, TNI Pikul Material Jembatan Demi Warga Pedalaman Gayo Lues

Jum`at, 10 Juli 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Menembus Medan Ekstrem, TNI Pikul Material Jembatan Demi Warga Pedalaman Gayo Lues. [Foto: Korem LW]


DIALEKSIS.COM | Blangkejeren - Medan ekstrem dan derasnya arus sungai tidak menyurutkan semangat para prajurit TNI di jajaran Korem 011/Lilawangsa. Demi membuka isolasi warga, para prajurit ini rela berjibaku dengan lumpur untuk mengangkut material jembatan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Jumat (10/7/2026).

Perjuangan tanpa lelah ini dipimpin langsung oleh Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, bersama prajurit Kodim 0113/Gayo Lues, personel Batalyon TP 855/Raksaka Dharma, dan Yonzipur 16/Kodam Iskandar Muda. Mereka harus bertaruh nyawa memikul material berat, mengarungi sungai, hingga menerobos jalanan berlumpur yang tidak bisa dilalui kendaraan.

Pembangunan infrastruktur ini mencakup beberapa jembatan krusial, di antaranya jembatan Bailey di Desa Pintu Rime Kecamatan Pining, jembatan perintis, jembatan beton, Aramco, hingga jembatan gantung sepanjang 70 meter. Rangkaian jembatan ini diproyeksikan akan menjadi urat nadi perekonomian baru bagi masyarakat desa setempat.

Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, menjelaskan bahwa saat ini pengerjaan jembatan terus dikebut. Meski begitu, para prajurit di lapangan menghadapi tantangan alam yang luar biasa, mulai dari cuaca ekstrem musim penghujan hingga lokasi yang berada jauh di pedalaman Aceh. 

“Medan yang berlumpur bahkan membuat sejumlah truk pengangkut material milik TNI terperosok, sehingga material terpaksa dievakuasi dan dipikul manual oleh para prajurit,” ujarnya.

Brigjen Ali Imran menegaskan, TNI siap menghadapi tantangan apa pun demi bangsa dan rakyat Indonesia, khususnya masyarakat daerah terdampak banjir di pedalaman Gayo Lues.

"Sesuai perintah Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, melalui Dansatgas Jembatan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, kami mengerahkan prajurit jajaran TNI AD untuk terus menggenjot pembangunan ini. Targetnya agar aktivitas warga cepat lancar dan kembali normal," ujar Brigjen TNI Ali Imran.

Sebelumnya, jembatan permanen yang menjadi akses utama masyarakat setempat putus total akibat diterjang arus sungai yang meluap. Kondisi ini sempat memaksa warga dan anak-anak sekolah bertaruh nyawa menyeberangi sungai deras hanya menggunakan jembatan tali darurat yang terbuat dari tambang dan bambu.

Fasilitas seadanya yang sangat membahayakan keselamatan tersebut sempat memicu kekhawatiran besar bagi para orang tua. Kini, lewat gotong royong yang menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, pembangunan jembatan baru diharapkan dapat mendongkrak mobilitas, rasa aman, serta kesejahteraan masyarakat di pedalaman Aceh. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI