Selasa, 19 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Momentum Idulfitri, Tgk Mustaqim Ajak Masyarakat Jaga Persaudaraan

Momentum Idulfitri, Tgk Mustaqim Ajak Masyarakat Jaga Persaudaraan

Sabtu, 21 Maret 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Ulama muda dari Aceh Timur, Tgk Mustaqim mengisi ceramah di Masjid Baitul Kiram di Desa Gampong Teungoh, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Lhoksukon - Ratusan warga memadati Masjid Baitul Kiram di Desa Gampong Teungoh, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026).

Suasana penuh khidmat menyelimuti pelaksanaan salat hari raya yang menjadi momentum kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai gampong di sekitar Kecamatan Nisam telah berdatangan ke masjid dengan mengenakan pakaian terbaik mereka. Lantunan takbir, tahmid, dan tahlil menggema, menambah suasana haru dan syukur dalam menyambut hari kemenangan.

Bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Salat Idulfitri tersebut adalah ulama muda dari Aceh Timur, Tgk Mustaqim. Dalam taushiyahnya, ia mengajak umat Islam untuk tidak hanya menjadikan Idulfitri sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai momentum memperbaiki hubungan antarsesama.

Dalam khutbahnya, Tgk Mustaqim menekankan bahwa Idulfitri adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang, sekaligus membuka pintu maaf bagi sesama.

“Idulfitri bukan sekadar hari untuk bergembira, tetapi momentum bagi kita semua untuk saling memaafkan, memperkuat silaturahmi, dan membangun kembali hubungan yang mungkin pernah retak,” ujar Tgk Mustaqim di hadapan jamaah.

Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai yang dipelajari selama bulan Ramadan, seperti kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama, hendaknya terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberhasilan seseorang dalam menjalani Ramadan tidak hanya diukur dari ibadah yang dilakukan selama sebulan penuh, tetapi juga dari bagaimana nilai-nilai kebaikan tersebut mampu dipertahankan setelah Ramadan berakhir.

“Ramadan telah mendidik kita menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Allah. Maka setelah Ramadan berlalu, jangan sampai semangat itu ikut hilang,” katanya.

Selain itu, Tgk Mustaqim juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan saling menghargai di tengah kehidupan bermasyarakat. Ia menilai bahwa kerukunan dan sikap saling menghormati merupakan kunci penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Ia berharap momentum Idulfitri dapat menjadi sarana memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat Aceh yang dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan adat istiadat.

“Di hari yang fitri ini, mari kita saling memaafkan, menjaga ukhuwah, dan terus menebarkan kebaikan di tengah masyarakat,” tuturnya.

Usai pelaksanaan salat dan khutbah Idulfitri, masyarakat tampak saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan kehangatan yang selalu mewarnai perayaan hari raya di Aceh. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI