Minggu, 30 November 2025
Beranda / Berita / Aceh / Panic Buying Timbulkan Krisis BBM, Operasional RSUD di Aceh Tengah Terancam

Panic Buying Timbulkan Krisis BBM, Operasional RSUD di Aceh Tengah Terancam

Minggu, 30 November 2025 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Masyarakat berbondong-bondong mendapatkan sisa stok BBM yang tersedia karena kekhawatiran pasokan akan terhenti sepenuhnya setelah terputusnya akses jalur darat dari luar daerah. [Foto: Fasya Harsa/Diskominfo Ateng]


DIALEKSIS.COM | Takengon - Kondisi Kabupaten Aceh Tengah yang tengah menghadapi bencana hidrometeorologi kini diperparah dengan krisis energi akut menyusul aksi pembelian panik yang meluas. Situasi ini berdampak langsung pada terhambatnya upaya evakuasi korban dan terancamnya layanan vital di rumah sakit.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan yang mengular hingga mencapai tiga kilometer di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut. Masyarakat berbondong-bondong mendapatkan sisa stok BBM yang tersedia karena kekhawatiran pasokan akan terhenti sepenuhnya setelah terputusnya akses jalur darat dari luar daerah.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Jauhari, menyatakan bahwa aksi pembelian panik ini telah memicu hilangnya total stok BBM untuk kebutuhan kritis.

"Namun, perlu kami sampaikan bahwa akibat panik membeli yang tak terkendali, stok Bahan Bakar Minyak untuk operasional genset evakuasi korban dan juga untuk kebutuhan operasional Rumah Sakit Umum Datu Beru (RSUD) kini telah habis total,” jelas Jauhari pada Minggu (30/11/2025).

Kekosongan BBM ini segera menimbulkan efek domino yang berbahaya. Unit-unit yang mengandalkan generator listrik untuk operasional di daerah terisolir kini terhenti, memperlambat proses pencarian korban dan distribusi bantuan awal.

Sementara itu, RSUD Datu Beru yang menjadi pusat penanganan medis bagi korban bencana, kini sangat rentan. Terputusnya akses listrik di 14 kecamatan membuat rumah sakit harus bergantung penuh pada pasokan genset. Dengan habisnya BBM, operasional medis kritis dan pelayanan pasien rawat inap terancam terhenti dalam hitungan jam.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mendesak bantuan logistik BBM segera dikirimkan melalui jalur udara, mengingat jalur darat masih lumpuh total. Status darurat energi dan pangan kini menjadi prioritas utama untuk mencegah krisis kemanusiaan semakin meluas di wilayah terisolir. [fh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI