DIALEKSIS.COM | Aceh - Arus mudik Lebaran di jalur Lintas Barat Selatan (Barsela) Aceh diwarnai keluhan dari para pengguna jalan.
Banyaknya hewan ternak seperti sapi dan kerbau yang berkeliaran bebas di badan jalan nasional membuat pemudik merasa resah dan khawatir akan keselamatan selama perjalanan.
Pantauan di sepanjang Jalan Nasional wilayah Aceh Barat hingga Aceh Jaya menunjukkan sejumlah sapi dan kerbau kerap terlihat berada di pinggir bahkan di tengah jalan. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari dengan jarak pandang terbatas.
Mufti, salah seorang pemudik asal Aceh Barat Daya, mengaku kerap diliputi rasa khawatir setiap kali melintasi jalur tersebut. Menurutnya, keberadaan hewan ternak di jalan nasional sangat mengganggu perjalanan para pemudik yang sedang menempuh perjalanan jauh.
“Kadang sapi atau kerbau tiba-tiba saja muncul di tengah jalan. Kalau kita tidak waspada, bisa saja terjadi kecelakaan. Apalagi saat malam hari, jarak pandang terbatas,” ujar Mufti kepada Dialeksis.com, Selasa (24/3/2026).
Ia mengatakan, kondisi tersebut sudah sering terjadi dan seolah menjadi pemandangan yang biasa di sepanjang jalur Barsela. Padahal, menurutnya, jalur tersebut merupakan salah satu rute utama yang dilalui pemudik dari dan menuju wilayah barat selatan Aceh.
Mufti berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah maupun aparat terkait untuk menertibkan hewan ternak yang dibiarkan berkeliaran di jalan nasional.
“Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal keselamatan. Kalau ada kecelakaan karena sapi atau kerbau di jalan, tentu yang dirugikan banyak pihak,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan Ramli, seorang sopir angkutan umum yang hampir setiap hari melintasi jalur Barsela. Ia mengaku harus selalu mengurangi kecepatan kendaraan karena khawatir menabrak hewan ternak yang tiba-tiba muncul di jalan.
“Kalau siang masih bisa terlihat dari jauh, tapi kalau malam sangat berbahaya. Kadang sapi berdiri di tengah jalan tanpa bergerak. Sopir harus benar-benar hati-hati,” ujar Ramli.
Menurut Ramli, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan sering dikeluhkan para sopir yang melayani rute lintas barat selatan Aceh. Selain memperlambat perjalanan, keberadaan hewan ternak juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Ia berharap pemilik ternak dapat lebih bertanggung jawab dengan tidak membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran bebas di jalan raya.
“Kalau bisa ditertibkan atau dibuat kandang yang layak. Jalan nasional ini ramai dilalui kendaraan, apalagi saat musim mudik seperti sekarang,” katanya.
Para pengguna jalan berharap pemerintah daerah bersama aparat terkait dapat mengambil langkah tegas untuk menertibkan hewan ternak yang berkeliaran di badan jalan. Selain membahayakan pengendara, kondisi ini juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas yang dapat merenggut korban jiwa. [nh]