Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Permintaan Tinggi, PMI Banda Aceh Ajak Warga Rutin Donor Darah

Permintaan Tinggi, PMI Banda Aceh Ajak Warga Rutin Donor Darah

Sabtu, 25 April 2026 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, Teuku Nanta Muda. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, Teuku Nanta Muda, mengajak masyarakat untuk aktif melakukan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus kontribusi nyata menyelamatkan nyawa sesama.

Menurutnya, kebutuhan darah di Banda Aceh saat ini tergolong tinggi, sementara ketersediaan stok di PMI terus mengalami penurunan.

Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya permintaan dari rumah sakit dan pasien yang membutuhkan transfusi darah setiap hari.

“Donor darah bukan hanya soal membantu orang lain, tetapi juga menjadi ladang amal jariah yang pahalanya terus mengalir. Setetes darah yang kita berikan bisa menjadi harapan hidup bagi orang lain,” ujar Teuku Nanta kepada media dialeksis.com, Sabtu (25/4/2026).

Ia menjelaskan, PMI Banda Aceh setiap hari membutuhkan sedikitnya 300 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di berbagai rumah sakit. Namun, angka tersebut kerap sulit terpenuhi jika partisipasi masyarakat masih rendah.

“Permintaan darah terus meningkat, sementara persediaan sering tidak mencukupi. Ini menjadi tantangan bersama yang harus kita jawab dengan meningkatkan kesadaran donor darah,” katanya.

Selain manfaat sosial, donor darah juga memberikan dampak positif bagi kesehatan pendonor. Di antaranya membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah baru, serta menjadi sarana deteksi dini kondisi kesehatan.

Ia menegaskan bahwa donor darah adalah tugas mulia yang bisa dilakukan oleh siapa saja yang memenuhi syarat kesehatan.

Ia berharap masyarakat tidak ragu untuk datang langsung ke PMI atau mengikuti kegiatan donor darah yang digelar di berbagai lokasi.

“Ini bukan hanya tentang kemanusiaan, tetapi juga bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Mari kita jadikan donor darah sebagai budaya, karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat luas,” pungkasnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI