Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Rektor Baru USK Diharapkan Perkuat Kemandirian dan Tata Kelola Kampus

Rektor Baru USK Diharapkan Perkuat Kemandirian dan Tata Kelola Kampus

Senin, 09 Maret 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Syiah Kuala, Dr. Safrizal ZA., M.Si, secara resmi melantik Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A. sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) untuk masa jabatan 2026–2031. Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, Banda Aceh. Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Aceh - Guru Besar Bidang Ilmu Makroekonomi Internasional di Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Rustam Effendi, S.E., M.Econ, menyampaikan sejumlah harapan terhadap kepemimpinan rektor baru Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A. yang dilantik pada 9 Maret 2026 untuk periode 2026 - 2031.

Kepada Dialeksis, Rustam mengatakan secara akademik Universitas Syiah Kuala selama ini telah menunjukkan banyak kemajuan. Menurut dia, sebagian besar program studi di kampus tersebut telah memperoleh akreditasi unggul.

“Riset-riset juga aktif dilakukan oleh para dosen. Bahkan beberapa di antaranya telah meraih capaian bergengsi di tingkat global. Publikasi ilmiah di berbagai jurnal terakreditasi terbaik di dunia juga terus meningkat,” kata Rustam, Senin, 9 Maret 2026.

Meski demikian, ia menilai kepemimpinan baru tetap memiliki tantangan untuk membawa universitas tersebut mencapai prestasi yang lebih tinggi. Rustam berharap Mirza dapat terus meningkatkan capaian akademik USK pada masa mendatang.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kemandirian universitas, terutama karena USK telah berstatus perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH). Dalam konteks itu, Rustam menilai tata kelola universitas harus diperkuat melalui prinsip Good University Governance.

“USK harus dikelola secara profesional seperti organisasi modern, dengan prinsip transparansi keuangan, akuntabilitas kinerja, serta sistem pengawasan yang kuat,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai rektor perlu memperkuat kemandirian keuangan universitas dengan mengembangkan unit-unit usaha kampus dan memanfaatkan aset yang dimiliki secara optimal. Upaya ini penting agar sumber pembiayaan universitas tidak hanya bergantung pada anggaran negara.

Rustam juga menyoroti pentingnya memperluas jejaring kerja sama, baik dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Di sisi lain, kolaborasi dengan dunia industri dan komersialisasi hasil penelitian dinilai penting untuk memperkuat sumber pendanaan universitas, termasuk membangun dana abadi atau endowment fund.

“Dana abadi sangat penting untuk menyangga kebutuhan strategis universitas ke depan, terutama dalam meningkatkan mutu akademik dan kualitas dosen,” kata dia.

Di bidang akademik, Rustam berharap dilakukan evaluasi kurikulum agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri. Ia juga mendorong peningkatan kolaborasi internasional serta pengembangan pusat-pusat riset unggulan yang mampu menghasilkan lebih banyak paten.

Selain itu, ia berharap kepemimpinan baru tetap membuka akses pendidikan yang luas bagi masyarakat, khususnya mahasiswa dari keluarga kurang mampu, melalui beasiswa maupun skema uang kuliah tunggal (UKT) yang berkeadilan.

“Dengan begitu, USK benar-benar menjadi ‘jantong hatee’ bagi masyarakat Aceh,” ujar Rustam.

Ia juga menilai kontribusi universitas terhadap pembangunan daerah perlu terus diperkuat, terutama dalam merumuskan konsep pengembangan ekonomi daerah serta mendukung percepatan program hilirisasi di Aceh.

Secara personal, Rustam mengaku telah mengenal Mirza sejak masih remaja. Ayah Mirza, Drs. Tabrani Ibrahim, pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi, sedangkan ibunya, Dra. Zubaidah Ismail, juga merupakan dosen yang mengajar matematika di fakultas tersebut.

Rustam menilai Mirza sebagai akademisi yang memiliki kapasitas keilmuan, komitmen, dan integritas yang kuat. Menurut dia, latar belakang keluarga yang disiplin turut membentuk karakter kepemimpinan Mirza.

“Mirza yang saya kenal juga memiliki jiwa sosial yang tinggi dan rasa kesetiakawanan yang kuat. Ia juga dikenal sebagai pakar di bidang new product development. Saya yakin dia mampu membawa USK tumbuh lebih maju ke depan,” kata Rustam.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI