Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Relawan ACF Salurkan 34 Set Seragam untuk Siswa Penyintas Banjir di SDN Ranto Panyang Rubek

Relawan ACF Salurkan 34 Set Seragam untuk Siswa Penyintas Banjir di SDN Ranto Panyang Rubek

Minggu, 22 Februari 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Guru SDN Ranto Panyang Rubek, Rahmat Syah. Tangkapan layar media dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Aceh Timur - Relawan Atjeh Connection Foundation (ACF) menyalurkan 34 set seragam sekolah kepada siswa SDN Ranto Panyang Rubek, Kabupaten Aceh Timur, yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan langsung di sekolah yang hingga kini masih menjalankan proses belajar-mengajar secara darurat. Untuk mencapai lokasi sekolah, relawan harus menempuh perjalanan cukup berat.

Dilansir dari ANTARA, tim harus menembus perkebunan sawit dan jalan yang masih berselimut lumpur dengan durasi perjalanan sekitar dua jam dari jalan utama. Akses yang dilalui bukan jalan datar, melainkan tanjakan terjal dan turunan berkelok yang licin akibat sisa lumpur banjir.

Relawan sekaligus Guru SDN Ranto Panyang Rubek, Rahmat Syah, mengatakan sekolah darurat telah berjalan sekitar satu bulan setengah sejak bencana terjadi. Meski dalam keterbatasan, kegiatan belajar tetap dilaksanakan seperti biasa.

“Sekolah darurat ini sudah berjalan satu bulan setengah. Jam masuk sekolah mulai dari jam 8 sampai jam 12 siang, dari hari Senin sampai hari Sabtu,” ujar Rahmat Syah yang dilansir media Dialeksis.com dari video Antara berdurasi 90 detik, Minggu, 22 Februari 2026.

Ia menyebutkan, pembagian seragam dilakukan dengan mengumpulkan seluruh siswa di sekolah. Sebanyak 34 set seragam dibagikan kepada anak-anak yang terdampak.

“Hari ini kegiatannya kita mengumpulkan anak-anak untuk membagikan donasi dari ACF berupa baju seragam, 34 set sekaligus,” katanya.

Saat ini, SDN Ranto Panyang Rubek dijalankan oleh 10 tenaga pendidik termasuk operator sekolah. Materi pelajaran tetap diberikan sesuai kurikulum.

“Pelajaran yang diajarkan tetap seperti biasa, ada matematika, IPA, IPAS, Bahasa Indonesia, PAI, pendidikan jasmani dan kesehatan. Semua tetap kita ajarkan,” jelasnya.

Rahmat mengaku tetap termotivasi mengajar meski berada dalam suasana pascabencana. Menurutnya, sebagai putra daerah dan seorang guru, ia memiliki tanggung jawab untuk membangkitkan semangat anak-anak.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memulihkan semangat belajar siswa serta menjadi awal dari pemulihan kondisi pendidikan di wilayah tersebut.

"Ini daerah kita. Otomatis kita yang harus membangkitkan anak-anak. Ini memang kewajiban kami sebagai guru untuk memberikan bimbingan dan pelajaran. Setelah bencana ini, kami harus memberikan kebangkitan kepada mereka,” ungkap Rahmat.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI