Sabtu, 15 Agustus 2026
Beranda / Berita / Aceh / ‎Ribuan Massa Hadiri Zikir Doa Tolak Bala dan Aksi Bela Nanggroe di Masjid Raya Baiturrahman

‎Ribuan Massa Hadiri Zikir Doa Tolak Bala dan Aksi Bela Nanggroe di Masjid Raya Baiturrahman

Sabtu, 15 Agustus 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Aceh memadati halaman Mesjid Raya Baiturrahman, Sabtu,15 Agustus 2026, untuk menghadiri kegiatan Zikir Doa Tolak Bala dan Aksi Bela Nanggroe dan Syariat. Foto: dok Dialeksis 


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Aceh memadati halaman Mesjid Raya Baiturrahman, Sabtu,15 Agustus 2026, untuk menghadiri kegiatan Zikir Doa Tolak Bala dan Aksi Bela Nanggroe dan Syariat. Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Damai Aceh ini diinisiasi oleh ulama dan pimpinan dayah se Aceh.

‎Berdasarkan pantauan di lokasi, massa mulai memadati kawasan masjid sejak pagi. Panitia memperkirakan sedikitnya 3.000 orang hadir dalam kegiatan tersebut. Peserta datang dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh.

‎Dalam kegiatan itu, sebagian massa terlihat membawa dan mengibarkan bendera Bulan Bintang. Sebagian peserta juga tampak berfoto sambil mengibarkan bendera tersebut di sekitar lokasi acara.

‎Saat orasi berlangsung, sejumlah aparat kepolisian sempat memasuki area tengah lokasi kegiatan. Belum diketahui apa maksud dan tujuan dari petugas.

‎‎Kehadiran polisi sempat memicu reaksi dari sebagian peserta yang melemparkan botol air mineral ke arah aparat. Petugas kemudian meninggalkan area tersebut.

‎‎Salah seorang massa mengatakan aparat tidak berniat menyita bendera yang dibawa massa.

‎‎"Bukan mau ambil bendera. Mereka cuma mau ke lokasi acara. Sepertinya mereka mau mengingatkan atau berkoordinasi dengan panitia soal acara ini," ujar seorang peserta.

‎Meski sempat terjadi ketegangan, kegiatan zikir dan penyampaian aspirasi tetap berlangsung hingga selesai dengan pengamanan aparat keamanan di sekitar lokasi.

‎‎Wakil Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Tgk Habibi Waly, saat dijumpai Dialeksis seusai acara menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menyuarakan aspirasi masyarakat Aceh terkait keadilan dan kemakmuran.

‎‎"Kita hanya ingin menyampaikan aspirasi seperti yang tertuang dalam konstitusi bahwa keadilan dan kemakmuran itu yang dituntut oleh masyarakat Aceh. Secara historis kita tahu bagaimana Aceh berkontribusi dalam sejarah perjalanan kemerdekaan bangsa Indonesia. Kita cuma minta itu, tidak ada yang lain, cuma kemakmuran dan keadilan saja," ujar Tgk Habibi.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI