Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / RS Gayo Medical Terus Berbenah dan Mulai Mengeliat

RS Gayo Medical Terus Berbenah dan Mulai Mengeliat

Senin, 20 April 2026 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Bahtiar Gayo
Suasana apel pagi setelah RS Medical Gayo resmi menerima BPJS. Kini keadaan RS di Paya Tumpi ini sudah mulai menggeliat. (Foto/ Bahtiar Gayo)

DIALEKSIS.COM| Takengon- Dua tahun lebih rumah sakit ini sepi. Walau lokasinya strategis dan nyaman, namun pasien yang berkunjung ke sana minim. Rumah sakit swasta di jalan dua jalur Paya Tumpi, Aceh Tengah bagaikan kehilangan ruh.

Namun, setelah diberlakukanya ada layanan BPJS, ruh yang sebelumnya redup kini mulai berbinar. Kepercayaan publik mulai terlihat, ruangan yang dulunya sepi kini sudah diisi manusia yang ingin perubahan dalam hidupnya untuk sehat.

“Dua tahun kami harus berjibaku dengan dana sendiri untuk operasional rumah sakit. Walau letaknya stategis dan pelayananya bagus, namun masih sepi. Kini alhamdulilah baru sepekan diberlakukan BPJS, sudah terasa denyut di RS Medical ini,” sebut dr. Indra Lutfi.

Direktur Rumah Sakit Gayo Medical Center (GMC) ini, usai melakukan apel pagi, Senin (20/04/2026) yang bertemu dengan Dialeksis.com di pelataran ruang pendaftaran. Dia bercerita bagaimana suka dukanya mereka mendirikan rumah sakit.

“Kami kini akan terus menambah karyawan, baik medis dan untuk operasional. Kini sudah ada 100 karyawan, insya Allah sekarang kembali dilakukan seleksi untuk penambahan,” sebutnya.

RS GMC ini Senin (06/04/2026) lalu secara resmi menanda tangani Kerjasama dengan pihak Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dimana RS ini akan menampung pasien yang mempergunakan BPJS.

Sebelumnya RS ini masih mandiri, belum bisa membantu masyarakat yang ingin berobat dengan BPJS.

“Sebenarnya usulan untuk BPJS sudah lama kami usulkan. Ada dinamika, alhamdulilah sekarang sudah bisa menampung pasien BPJS,” sebut Indra.

Sejak ditanda tangani Kerjasama dengan JKN dimana Bupati Aceh Tengah Haili Yoga turut hadir dalam MoU itu, nuansa di RS GMC spontan berubah. Bila selama ini sepi, kini sudah mulai diminati public. Apalagi lokasinya nyaman.

Pada apel pagi Senin (20/1/2026) Dialeksis.com menyaksikan bagaimana dr. Indra selaku direktur GMC mengajak seluruh tim worknya untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pasien dan masyarakat.

“Jadikanlah RS GMC ini sebagai tempat ternyaman bagi pasien, bagi keluarganya. Berikanlah pelayanan yang baik. Profesionalah dalam bertugas, pergunakan hati nurani dalam melayani, karena mereka semuanya adalah saudara kita,” sebut Indra.

Di RS GMC menurut Indra sudah ada 17 dokter dan 9 poliklinik. Sudah ada 100 karyawan, baik perawat, tim Kesehatan dan petugas lainya. Seiring dengan dinamika semua itu akan bertambah, sebut Indra.

RS Gayo Medical Centre didirikan oleh gabungan dokter di Kabupaten Aceh Tengah. Mereka sepakat membangun RS GMC tahap awalnya berlantai tiga, di Kampung Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, tepat di jalan jalur dua Paya Tumpi-Mendale.

Para pendiri itu adalah para dokter professional; Munadi (spesialis jantung), Gusnarwin (spesialis bedah), Nasir (spesialis anak), Nurhafnita (spesialis kandungan), Junaidi (spesialis penyakit dalam), Lailan (spesialis kesehatan jiwa), Maulida (spesialis saraf), dan Iftahuddin (anestesi).

Akhirnya rumah sakit itu berdiri dan diresmikan pemakaianya pada 2023 masa Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar. Saat itu sudah ada 120 kamar.

“Sekarang Rumah Sakit GMC sudah terbuka untuk masyarakat umum yang menggunakan pelayanan BPJS Kesehatan. Masyarakat sudah bisa berobat hanya dengan membawa KTP,” jelas Indra.

Menurutnya, Aceh Tengah dengan potensi pariwisata yang terus berkembang membutuhkan fasilitas kesehatan yang baik. Tentunya bukan hanya untuk masyarakat local, namun juga bisa menjadi RS bagi masyarakat yang berkunjung.


Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI