DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Gangguan distribusi air bersih kembali dikeluhkan warga di kawasan Lamdingin, Kota Banda Aceh. Sudah sepekan terakhir, air dari Perumdam Tirta Daroy tidak mengalir, sehingga aktivitas sehari-hari warga terganggu.
Keluhan juga dirasakan di kantor media dialeksis.com yang berada di kawasan tersebut. Salah satu staf, Maya, mengaku kesulitan menjalankan aktivitas kerja karena ketiadaan air bersih.
“Kami sangat kesulitan, apalagi ini kantor media. Air itu kebutuhan dasar dan bagian dari pelayanan publik. Sudah seminggu tidak mengalir,” ujarnya kepada media dialeksis.com, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, akibat kondisi ini, pihak kantor maupun warga sekitar terpaksa membeli air dari mobil tangki dengan biaya yang tidak sedikit.
“Kami harus beli air, satu mobil bisa sampai Rp120 ribu. Ini jelas memberatkan, apalagi kalau harus dilakukan terus-menerus,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang berharap agar persoalan ini segera ditangani. Mereka menilai, sebagai layanan publik, distribusi air bersih seharusnya menjadi prioritas utama.
Menanggapi hal tersebut, pihak Perumdam Tirta Daroy melalui Adi mengakui adanya gangguan distribusi di wilayah tersebut. Ia menyebutkan, kendala terjadi akibat masalah di pusat produksi air.
“Saat ini memang ada gangguan di wilayah sana, sudah lebih dari seminggu. Penyebabnya karena sempat terjadi mati listrik di pusat produksi, sehingga distribusi air terganggu,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak PDAM saat ini terus berupaya melakukan perbaikan agar aliran air bisa kembali normal.
“Kami sedang upayakan agar distribusi bisa segera lancar kembali,” katanya.
Namun hingga berita ini ditayangkan, air PDAM di kawasan Lamdingin, termasuk di kantor dialeksis.com, masih belum mengalir. Warga berharap perbaikan dapat segera diselesaikan agar kebutuhan dasar mereka tidak terus terganggu. [nh]