DIALEKSIS.COM| Takengon- Sudah lebih dua bulan bencana yang melanda Aceh Tengah, namun negeri penghasil kopi itu masih menyisakan 8 kampung yang terisolir, dan 24 kampung masih gelap gulita tanpa penerangan listrik.
Akhirnya Pemerintah daerah kembali memperpanjang masa tanggap darurat untuk ketujuh kalinya, hingga 5 Februari 2026. Perpanjangan masa tanggap darurat itu langsung ditanda tangani Bupati Aceh Tengah Haili Yoga.
“Melihat kondisi lapangan saat ini, walau sudah dua bulan lebih bencana yang melanda negeri ini, kita masih menyisakan desa yang terisolasi. Masa tanggap darurat kita perpanjang,”sebut Andalika, Kalaks BPBD Aceh Tengah menjawab Dialeksis.com, Kamis (29/1/2026).
Catatan Dialeksis.com, 8 kampung yang terisolir itu, tiga berada di Kecamatan Ketol, dan lima kampung berada di Kecamatan Linge. Hingga saat ini belum bisa dilalui kenderaan roda empat.
Untuk Linge sudah bisa dilalui kenderaan roda dua, walau masih riskan, namun untuk desa di Kecamatan Ketol harus menggunakan sling sebagai sarana transportasi warga yang terkena musibah.
Tiga desa di Kecamatan Ketol itu; Pantan Reduk, Bergang dan Karang Ampar. Lima desa di Kecamatan Linge yakni, Kute Reje, Linge, Reje Payung, Jamat dan Delung Sekinel.
Sementara itu ada 24 kampung di negeri penghasil kopi ini masih dalam gelap gulita. Selian desa yang masih terisolasi diatas, listrik belum menyala berada di Atu Payung, Jamur Konyel, Serule. Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang.
Desa Rusip, Pilar Kuala Rawa. Merandeh Paya, Paya Tampu, Tanjung. Ise- Ise Kampung Umang dan Penarung.
Menurut Andalika pihaknya kini selain berupaya membebaskan kawasan terisolasi, juga memastikan kesiapan pangan untuk masyarakat para korban dalam rangka menyambut Ramadhan, dan nyamanya beribadah selama bulan suci.
Pihaknya juga akan melakukan verifikasi untuk memfinalkan data kerusakan, khususnya dengan sumber usaha masyarakat, baik perkebunan, pertanian dan perikanan, serta usaha lainya, agar ketika ada bantuan tidak ada yang terlewatkan atau tumpang tindih.
Selain itu, bersama berbagai elemen masyarakat lainya, seperti TNI dan Polri, serta para tenaga kerja yang turut dibantu warga setempat, pihaknya berupaya membangun jembatan untuk membebaskan desa desa yang terisolasi.