Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Teuku Raja Keumangan Ungkap Strategi Besar Bangun Nagan Raya Mandiri dan Madani

Teuku Raja Keumangan Ungkap Strategi Besar Bangun Nagan Raya Mandiri dan Madani

Senin, 16 Februari 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, yang akrab disapa TRK dalam program Zona Inspirasi Kompas TV. [Foto: Tangkapan layar media dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Satu tahun kepemimpinan Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, yang akrab disapa TRK, menjadi fase penting dalam upaya membangun fondasi baru pemerintahan dan mempercepat pembangunan daerah.

Dalam program Zona Inspirasi di Kompas TV bertajuk “Bersinergi dan Berkolaborasi Menuju Nagan Raya Mandiri dan Madani”, TRK memaparkan secara terbuka arah kebijakan, tantangan, dan strategi yang dijalankan pemerintahannya.

Ia menegaskan, visi “Nagan Raya Mandiri dan Madani” bukan sekadar jargon politik, melainkan komitmen nyata untuk mengembalikan marwah daerah melalui pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Dengan potensi yang kita miliki, apabila ini mampu kita manfaatkan sebaik-baiknya, saya yakin Nagan Raya mandiri akan terwujud. Madani dalam arti masyarakat kita religius, menjunjung tinggi adat istiadat, dan hidup dalam nilai-nilai budaya yang kuat,” ujar TRK.

Secara geografis, Nagan Raya memiliki posisi strategis di wilayah Barat Selatan Aceh (Barsela). Kabupaten ini berada di tengah jalur penghubung regional, memiliki garis pantai sepanjang 75 kilometer yang langsung menghadap Samudera Hindia, serta didukung infrastruktur penting seperti Bandara Cut Nyak Dhien.

Selain itu, Nagan Raya memiliki sumber daya alam melimpah, mulai dari batu bara, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 600 megawatt, hingga sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

“Potensi kita hampir lengkap. Ada laut, sungai, darat, bukit, dan sumber daya alam lainnya. Tinggal bagaimana kita mengelola secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat,” kata TRK.

Memasuki masa jabatan, salah satu langkah awal yang dilakukan TRK adalah menata ulang sistem pemerintahan, terutama dalam hal pengelolaan aset daerah.

Ia menemukan banyak aset pemerintah yang tidak tertata dengan baik, bahkan masih dikuasai oleh pihak yang tidak lagi berwenang.

“Saya minta seluruh OPD mengumpulkan kendaraan dinas roda dua dan roda empat. Setelah dicek, memang benar ada aset yang masih dikuasai oleh pihak yang tidak lagi menjabat. Ini harus ditertibkan,” ungkapnya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran.

Sebagian besar pendanaan daerah masih bergantung pada transfer pemerintah pusat, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum optimal.

“Cerita pembangunan itu cerita anggaran. Tanpa anggaran, pembangunan tidak mungkin berjalan. Tapi dengan keterbatasan yang ada, kita fokus pada program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Di sektor kesehatan, TRK melakukan pembenahan menyeluruh terhadap rumah sakit daerah dan fasilitas kesehatan.

Salah satu kebijakan penting adalah mengalihkan beberapa fungsi operasional, seperti kebersihan dan keamanan, kepada pihak ketiga agar tenaga medis dapat fokus melayani pasien.

Ia juga mengubah paradigma pelayanan kesehatan, dengan menempatkan keselamatan pasien di atas prosedur administratif.

“Saya katakan kepada tenaga kesehatan, utamakan keselamatan masyarakat. Abaikan dulu administrasi jika pasien dalam kondisi darurat. Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi,” tegas TRK.

Selain layanan kuratif, pemerintah juga memperkuat upaya preventif melalui sosialisasi pola hidup sehat di masyarakat, hingga tingkat puskesmas dan desa.

Di bidang pendidikan, salah satu terobosan besar pemerintahan TRK adalah menghadirkan Sekolah Rakyat, program nasional berbasis boarding school bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pemerintah daerah menyediakan lahan seluas 8 hektare dan melengkapi seluruh persyaratan administratif secara cepat, sehingga Nagan Raya menjadi salah satu daerah pertama yang mendapatkan program tersebut.

“Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka mendapatkan pendidikan berkualitas. Ini untuk mengurangi kesenjangan pendidikan,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyalurkan ratusan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

“Kita berharap setelah mereka selesai kuliah, mereka kembali dan mengabdi untuk membangun Nagan Raya,” ujarnya.

Sebagai daerah dengan basis ekonomi perkebunan, stabilitas harga sawit dan gabah menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

TRK mengungkapkan, ia secara langsung memanggil perusahaan kelapa sawit untuk memastikan mereka mematuhi harga yang ditetapkan pemerintah provinsi.

“Saya ingatkan jangan mempermainkan harga sawit. Karena masyarakat kita sangat bergantung pada sektor ini. Alhamdulillah, saat ini harga sawit di Nagan Raya menjadi yang tertinggi di Barsela,” katanya.

Kebijakan ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.

Ujian berat datang ketika banjir besar melanda wilayah Nagan Raya pada akhir 2025. Beberapa kecamatan mengalami kerusakan parah, bahkan hingga 85 persen infrastruktur hancur.

TRK mengatakan pemerintah bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik, termasuk ke wilayah terisolasi.

“Kita suplai makanan dan kebutuhan masyarakat sejak hari pertama. Bahkan ada daerah yang harus dibantu dengan tali karena aksesnya terputus,” ujarnya.

Saat ini, lebih dari 600 kepala keluarga masih tinggal di tenda darurat, sementara pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara.

“Kita berharap sebelum Ramadhan, masyarakat bisa pindah ke hunian sementara,” kata TRK.

Salah satu proyek ambisius pemerintah daerah adalah pengembangan Masjid Giok, yang akan dilapisi batu giok langka yang hanya ditemukan di beberapa tempat di dunia, termasuk Nagan Raya.

“Kalau ini selesai, ini akan menjadi satu-satunya masjid di dunia yang dilapisi batu giok. Ini bisa menjadi pusat wisata religi internasional,” ungkapnya.

Menutup perbincangan, TRK menegaskan bahwa target jangka panjang pemerintahannya adalah menjadikan Nagan Raya sebagai daerah maju tanpa kehilangan akar budaya dan identitas lokal.

“Kita ingin Nagan Raya maju, tapi tidak tercerabut dari budaya dan tradisi kita. Seperti Jepang dan Bali, mereka maju tapi tetap menjaga identitasnya,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat Indonesia dan dunia untuk mengunjungi Nagan Raya. “Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin datang. Nagan Raya punya potensi alam, budaya, dan masyarakat yang luar biasa,” pungkasnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI