DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh turun langsung menemui massa aksi yang terlibat kericuhan di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).
Kehadiran orang nomor dua di Pemerintah Aceh itu menjadi perhatian di tengah situasi yang sempat memanas sejak siang hari. Massa aksi terlibat aksi anarkis hingga menimbulkan kerusakan terhadap sejumlah fasilitas umum.
Alih-alih mengambil jarak, Dek Fadh memilih mendatangi massa dan berupaya meredakan ketegangan secara langsung.
Di hadapan peserta aksi, ia mengajak massa untuk duduk bersama dan menyampaikan aspirasi dengan cara yang lebih tertib.
"Kalau kita duduk bersama, semua persoalan bisa kita bicarakan dan kita cari solusinya," ujar Dek Fadh kepada massa.
Saat dipantau Dialeksis.com dilapangan, Dek Fadh mengatakan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, aspirasi tersebut perlu disampaikan dengan tetap menjaga keamanan serta ketertiban umum.
Dek Fadh juga menawarkan untuk menghadirkan Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan agar dapat duduk bersama dengan perwakilan massa.
Langkah tersebut ditawarkan sebagai upaya membuka ruang dialog sehingga tuntutan yang disampaikan massa dapat didengar dan dibicarakan secara langsung.
"Kita duduk bersama. Kalau ada yang ingin disampaikan, kita bicarakan," kata Dek Fadh.
Ajakan itu dilakukan ketika situasi di sekitar lokasi aksi masih diwarnai ketegangan. Massa sebelumnya melakukan aksi hingga berujung pada tindakan anarkis dan kerusakan fasilitas umum.
Berdasarkan pantauan Dialeksis.com di lokasi, kehadiran Wakil Gubernur Aceh untuk menemui massa secara langsung menjadi salah satu upaya untuk menurunkan tensi kericuhan.
Pendekatan dialogis tersebut juga menunjukkan upaya pemerintah untuk menghindari eskalasi yang lebih besar. Dek Fadh tidak hanya meminta massa membubarkan diri, tetapi menawarkan ruang komunikasi untuk membahas persoalan yang menjadi tuntutan mereka.
Dalam situasi seperti itu, dialog menjadi penting untuk memastikan aspirasi masyarakat tetap tersampaikan tanpa harus mengorbankan fasilitas publik maupun keselamatan warga.
Pemerintah Aceh juga terus membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Langkah Dek Fadh turun langsung ke tengah massa menjadi pesan bahwa penyelesaian persoalan tidak selalu harus dilakukan dengan pendekatan kekuatan, tetapi dapat ditempuh melalui komunikasi dan duduk bersama untuk mencari jalan keluar.
"Apalagi ini masyarakat kita, rakyat kita" ujar Dek Fadh kepada Dialeksis.com.[arn]