DIALEKSIS.COM | Aceh Tenggara - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara melaporkan putusnya akses Jembatan Natam di Desa Simpang Empat Tanjung, Kecamatan Darul Hasanah, akibat banjir dan abrasi sungai pada Selasa (1/4) pagi. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd. Asbi, ST.MM, menyatakan insiden ini berdampak pada terhambatnya mobilitas warga di dua kecamatan.
Dalam konferensi pers siang ini, Asbi menjelaskan: “Assalamu’alaikum wr.wb. Selamat siang. Izin melaporkan kejadian banjir yang terjadi hari ini. Kejadian berlangsung pukul 05.54 WIB, sementara laporan resmi dari Camat Darul Hasanah kami terima pukul 12.30 WIB.”
Menurutnya, abrasi pada oprit (kepala) Jembatan Natam bagian timur dipicu debit Sungai Lawe Alas yang meningkat akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di wilayah Aceh Tenggara.
“Aliran deras menghantam struktur jembatan hingga oprit ambruk. Saat ini, akses dari Desa Natam (Kec. Badar) ke Desa Simpang Empat Tanjung terputus total,” jelas Mohd. Asbi.
Dampak terparah adalah rusak beratnya oprit jembatan, mengakibatkan kendaraan tidak dapat melintas. BPBD telah menetapkan jalur alternatif melalui Jembatan Mbarung untuk rute Kutacane - Darul Hasanah. Meski tidak ada korban jiwa, Asbi menekankan pentingnya kewaspadaan:
“Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah dikerahkan untuk pendataan dan koordinasi. Bupati dan seluruh OPD terkait juga turun langsung meninjau lokasi guna memastikan penanganan cepat.”
Upaya pemulihan masih dalam tahap kajian teknis. Sementara itu, BPBD terus memantau perkembangan debit sungai dan kondisi cuaca. “Kami imbau warga menghindari area jembatan hingga dinyatakan aman. Patroli dan monitoring akan dilakukan 24 jam,” tambah ASBI.
Pihaknya juga menginstruksikan pusat operasi (PUSDALOPS) BPBD untuk memperkuat sistem pelaporan dan koordinasi dengan desa terdampak. Hingga berita ini diturunkan, belum ada estimasi waktu perbaikan jembatan.