DIALEKSIS.COM | Aceh Besar - Forecaster (Prakirawan) Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Aceh yang berlaku mulai 19 Februari hingga 21 Februari 2026.
Dalam keterangan resminya tertanggal 19 Februari 2026, prakirawan menyampaikan bahwa sejumlah dinamika atmosfer tengah memengaruhi kondisi cuaca di Aceh. Di antaranya Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 3, aktivitas gelombang ekuatorial Rossby, serta adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Aceh.
Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di perairan Barat dan Timur Aceh turut berkontribusi terhadap peningkatan massa uap air di atmosfer. Kombinasi faktor-faktor tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Berdasarkan data peringatan dini, sejumlah kabupaten/kota yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dalam periode 19 - 21 Februari 2026 antara lain: Bener Meriah, Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Pidie.
Prakirawan mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari. Kondisi ini dipicu oleh pemanasan intens pada siang hari yang memperkuat proses konvektif pembentukan awan hujan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat disertai angin kencang, banjir, dan tanah longsor, khususnya bagi warga yang bermukim di daerah rawan bencana.
“Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika berkendara dalam kondisi cuaca buruk,” demikian rekomendasi yang disampaikan dalam rilis resmi tersebut.
Sementara itu, prakiraan cuaca untuk ibu kota kabupaten/kota di Aceh yang berlaku pada 20 Februari 2026 juga telah diterbitkan oleh Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda. Informasi tersebut menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam merencanakan aktivitas harian serta langkah mitigasi dini.
Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat diharapkan tidak panik namun tetap waspada, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari instansi meteorologi setempat guna meminimalkan risiko dampak bencana hidrometeorologi.