DIALEKSIS.COM | Data - Kementerian Agama (Kemenag) mencatat lonjakan signifikan pemanfaatan layanan Masjid Ramah Pemudik pada arus mudik Lebaran 2026. Jumlah penerima manfaat mencapai lebih dari 3,5 juta orang, meningkat sekitar 122 persen dibandingkan tahun 2025.
Kenaikan tajam ini menunjukkan perubahan pola kebutuhan pemudik yang kini semakin bergantung pada fasilitas berbasis komunitas, khususnya rumah ibadah, sebagai titik istirahat selama perjalanan jarak jauh.
Pada tahun sebelumnya, program serupa tercatat dimanfaatkan sekitar 1,7 juta pemudik, sehingga peningkatan tahun ini hampir dua kali lipat.
Program Masjid Ramah Pemudik 2026 sendiri didukung oleh ribuan titik layanan. Kementerian Agama menyiapkan sedikitnya 6.859 masjid di seluruh Indonesia sebagai lokasi singgah gratis bagi pemudik selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Selain masjid, sejumlah rumah ibadah lain juga dilibatkan untuk memperluas jangkauan layanan, termasuk gereja, vihara, dan pura, sebagai bagian dari pendekatan lintas sektor dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Fasilitas yang disediakan meliputi area istirahat, toilet, air bersih, pengisian daya gawai, hingga layanan informasi perjalanan. Mayoritas masjid juga beroperasi 24 jam selama periode mudik untuk memastikan akses tanpa batas bagi pengguna.
Secara nasional, total rumah ibadah yang terlibat bahkan mencapai lebih dari 7.000 titik layanan, mencerminkan skala program yang semakin luas dan terintegrasi.
Kementerian Agama menilai peningkatan jumlah pengguna ini menjadi indikator bahwa fungsi sosial masjid mulai bergeser, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat layanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Program ini juga diklaim berkontribusi pada aspek keselamatan perjalanan. Dengan tersedianya tempat istirahat yang layak, risiko kelelahan pemudik diharapkan dapat ditekan, sekaligus mendukung kelancaran arus mudik secara keseluruhan. [ra]