Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Ayatollah Ali Khamenei Tewas, IRGC Umumkan Operasi Offensif “Paling Brutal”

Ayatollah Ali Khamenei Tewas, IRGC Umumkan Operasi Offensif “Paling Brutal”

Minggu, 01 Maret 2026 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

KORPS Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Foto: Getty Images


DIALEKSIS.COM | Teheran - Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan telah memulai operasi militer ofensif yang menurut mereka “paling brutal” dalam sejarah angkatan bersenjata Republik Islam, menyusul konfirmasi kematian Iran’s Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei.

Televisi pemerintah mengabarkan bahwa Ayatollah Ali Khamenei tewas setelah serangan yang dituduhkan kepada Israel dan United States. Laporan lokal, termasuk yang disiarkan oleh kantor berita Tasnim News Agency dan IRNA, menyebutkan bahwa pemimpin itu gugur pada pagi hari di kantornya.

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan negara, IRGC menyatakan,“Dalam beberapa saat, operasi ofensif paling brutal dalam sejarah angkatan bersenjata Republik Islam Iran terhadap Israel dan pangkalan teroris Amerika akan dimulai.” Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa balasan berskala luas akan segera atau sudah dilancarkan.

Sebelumnya pada hari yang sama, serangkaian serangan udara dan rudal dilaporkan menargetkan berbagai lokasi di Teheran dan infrastruktur penting lain di wilayah Iran. Pihak-pihak yang disebut sebagai pelaku adalah koalisi yang melibatkan Israel dan United States, menurut sejumlah laporan internasional.

Sebagai respons atas serangan tersebut, otoritas Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan termasuk peluncuran rudal ke wilayah yang dituduh sebagai target Israel dan fasilitas militer Amerika di kawasan yang memicu gelombang serangan dan upaya pertahanan oleh negara-negara terkait. Dampak serangan awal meliputi kerusakan infrastruktur dan korban sipil di beberapa lokasi.

Kondisi di lapangan terus berubah dan memicu kekhawatiran meluas akan eskalasi konflik regional. Sejumlah pengamat internasional meminta penghentian segera aksi militer dan jalur diplomasi untuk menahan risiko meluasnya perang di Timur Tengah. Dialeksis.com akan terus memantau perkembangan dan memberikan pembaruan.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI