DIALEKSIS.COM | Dublin - Daniel Kinahan (49), sosok yang diduga sebagai pemimpin kelompok kejahatan terorganisir asal Irlandia, diekstradisi dari Dubai ke Irlandia pada Minggu (9/8/2026).
Pesawat Irish Air Corps yang membawa Kinahan mendarat di sebuah bandara di pinggiran Dublin setelah pengadilan di Dubai menolak permohonan untuk menghalangi proses ekstradisi.
Setibanya di Irlandia, Kinahan dibawa ke Pengadilan Pidana Khusus (Special Criminal Court) di Dublin. Ia didakwa memimpin kegiatan organisasi kriminal dan diperintahkan tetap ditahan di Penjara Portlaoise. Sidang berikutnya dijadwalkan pada 5 Oktober.
Pengamanan ketat diterapkan selama proses pemindahan Kinahan. Operasi tersebut melibatkan polisi bersenjata, angkatan bersenjata, dan petugas layanan penjara.
Kinahan telah lama menjadi perhatian aparat penegak hukum Irlandia dan sejumlah negara lain. Departemen Keuangan Amerika Serikat pada 2022 menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah anggota dan bisnis yang dikaitkan dengan kelompok Kinahan serta menawarkan hadiah hingga 5 juta dollar AS untuk informasi yang dapat mengganggu organisasi tersebut atau berujung pada penangkapan dan pemidanaan Kinahan.
Pihak berwenang menuduh kelompok tersebut terlibat dalam perdagangan narkoba dan pencucian uang internasional, termasuk penyelundupan kokain dan ganja ke Eropa. Operasional kelompok itu disebut dijalankan Kinahan dari Dubai, termasuk pengadaan kokain dalam jumlah besar dari Amerika Selatan dan distribusinya ke Irlandia serta Inggris.
Kelompok Kinahan juga dikaitkan dengan perang geng yang berlangsung sejak 2016 dan menewaskan sejumlah orang. Perseteruan tersebut turut memicu insiden penembakan di sebuah hotel di Dublin saat acara penimbangan berat badan untuk pertandingan tinju. Saat itu, Kinahan dikenal sebagai promotor tinju.
Namun, Kinahan membantah dirinya merupakan bos kejahatan terorganisir. Dalam wawancara dengan podcaster asal Skotlandia, James English, pekan lalu, ia mengaku menjadi korban konspirasi untuk merusak reputasinya dan berharap proses persidangan di Dublin dapat membuktikan dirinya tidak bersalah.
Kasus terhadap Kinahan menjadi bagian dari penyelidikan panjang yang melibatkan aparat Irlandia, Inggris, Spanyol, dan Amerika Serikat terhadap jaringan yang diduga menjalankan perdagangan narkoba dan pencucian uang lintas negara. [AP/abc news]