Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Dari Observatorium ALMA hingga Tambang Litium, Indonesia Dorong Kolaborasi ASEAN-Cile

Dari Observatorium ALMA hingga Tambang Litium, Indonesia Dorong Kolaborasi ASEAN-Cile

Rabu, 13 Mei 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Pemerintah Indonesia memprakarsai kunjungan diplomasi sains ke Región Antofagasta, wilayah utara Cile, bersama negara anggota ASEAN yang terakreditasi di Cile, yakni Filipina, Malaysia, dan Thailand, pada 20-22 April 2026. [Foto: KBRI Santiago/Humas Kemlu]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah Indonesia memprakarsai kunjungan diplomasi sains ke Región Antofagasta, wilayah utara Cile, bersama negara anggota ASEAN yang terakreditasi di Cile, yakni Filipina, Malaysia, dan Thailand, pada 20-22 April 2026.

Kegiatan tersebut menjadi program kerja pertama Indonesia selaku Chair ASEAN Committee in Santiago (ACS) dan bertujuan memperkuat dialog serta pertukaran pengetahuan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, pendidikan, energi, dan penelitian.

Dalam rangkaian kunjungan itu, delegasi ASEAN mengunjungi Atacama Large Millimeter/Submillimeter Array (ALMA) Observatory, yang dikenal sebagai radio teleskop terkuat di dunia, serta Novandino Litio, perusahaan pengelola cadangan litium terbesar di Amerika Latin.

Delegasi juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Gubernur Daerah Antofagasta, Wali Kota San Pedro de Atacama, dan Wakil Rektor Universidad del Alba cabang Antofagasta.

Saat berada di ALMA Observatory, delegasi mempelajari praktik kerja sama multilateral di bidang astronomi dan pengelolaan data ilmiah. Sementara dalam kunjungan ke Novandino Litio, delegasi memperoleh penjelasan mengenai pengelolaan litium berkelanjutan dan peluang kerja sama dengan negara-negara Asia, termasuk Indonesia.

Pertemuan dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan di Antofagasta juga dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kolaborasi di bidang pendidikan, energi terbarukan, pariwisata berkelanjutan, pertambangan, logistik, hingga desalinasi. Selain itu, dibahas pula potensi pertukaran mahasiswa, akademisi, serta program bahasa dan budaya.

Dalam kesempatan tersebut, KBRI Santiago turut memperkenalkan budaya Indonesia melalui penampilan Pencak Silat Betawi “Maen Pukul” oleh kelompok Padepokan Pitulung Sadulur Congkok Indonesia cabang Antofagasta. Pertunjukan itu digelar dalam pertemuan dengan Gubernur Daerah Antofagasta.

KBRI Santiago juga bekerja sama dengan Universidad del Alba menyelenggarakan pemutaran film Indonesia berjudul Women from Rote Island yang dihadiri sekitar 50 peserta.

Rangkaian kegiatan itu disebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat peran ASEAN di Cile melalui kerja sama sains, pendidikan, energi berkelanjutan, dan hubungan antarmasyarakat. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI