Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / DK PBB Desak Iran Hentikan Serangan ke Negara-Negara Teluk

DK PBB Desak Iran Hentikan Serangan ke Negara-Negara Teluk

Kamis, 12 Maret 2026 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Suasana sidang DK PBB bahas perang Irak dan Israel dan Amerika. Foto: Antara/Xinhua.


DIALEKSIS.COM | Internasional - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Rabu (11/3) mengesahkan sebuah resolusi yang mendesak Iran untuk segera menghentikan serangan terhadap negara-negara di kawasan Teluk.

Resolusi yang diusulkan oleh Bahrain itu disetujui oleh 13 anggota DK PBB, sementara Rusia dan China memilih abstain dalam pemungutan suara.

Dalam isi resolusi tersebut, DK PBB menuntut penghentian segera semua serangan oleh Republik Islam Iran terhadap sejumlah negara Arab, di antaranya Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta Yordania.

Resolusi tersebut juga mengecam setiap tindakan atau ancaman yang bertujuan menutup, menghalangi, maupun mengganggu jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia.

Duta Besar Bahrain untuk PBB, Jamal Fares Alrowaiei, menyatakan bahwa pengesahan resolusi ini mencerminkan pentingnya stabilitas kawasan Teluk bagi perekonomian global.

Menurutnya, keamanan kawasan tersebut tidak hanya menjadi isu regional, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama masyarakat internasional karena berkaitan erat dengan stabilitas ekonomi dunia serta keamanan pasokan energi.

Di sisi lain, Rusia dan China memutuskan abstain karena resolusi tersebut dinilai tidak menyinggung serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang disebut sebagai pemicu meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengecam pengesahan resolusi tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk penyalahgunaan mandat DK PBB untuk kepentingan politik.

“Izinkan saya memperjelas, resolusi ini merupakan ketidakadilan nyata terhadap negara saya yang justru menjadi korban utama dari tindakan agresi,” tegasnya.

Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Mike Waltz, menyatakan bahwa hasil pemungutan suara tersebut menunjukkan kecaman dunia internasional terhadap tindakan Iran yang dinilai memicu ketegangan di kawasan.

Ia menilai strategi Iran yang mencoba menekan negara-negara tetangga serta menggoyahkan stabilitas kawasan justru berbalik menjadi bumerang bagi Teheran.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Serangan tersebut kemudian dibalas Teheran dengan menargetkan wilayah Israel serta sejumlah aset militer Amerika Serikat di kawasan.

Konflik yang terus memanas itu dilaporkan telah menelan korban jiwa dalam jumlah besar di Iran, termasuk warga sipil dan anak-anak.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI