Kamis, 28 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Hizbullah Klaim 32 Operasi, Bentrokan Sengit Pecah di Lebanon Selatan

Hizbullah Klaim 32 Operasi, Bentrokan Sengit Pecah di Lebanon Selatan

Rabu, 27 Mei 2026 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi pergerakan pasukan di Lebanon Selatan. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto


DIALEKSIS.COM | Beirut - Kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, mengklaim bertanggung jawab atas 32 operasi militer terhadap pasukan Israel di Lebanon selatan pada Selasa (26/5/2026). Serangan itu disebut menyasar pasukan dan kendaraan militer Israel yang bergerak di sekitar Zawtar al-Sharqiya.

Dalam pernyataan yang dikutip Al Mayadeen, Hizbullah menyebut para pejuangnya terlibat bentrokan langsung dengan pasukan Israel yang berupaya maju ke wilayah tersebut. Serangan dilakukan menggunakan roket, artileri, dan drone. Klaim Hizbullah ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Hizbullah menyatakan sejumlah sasaran Israel berhasil dihantam, mulai dari tank Merkava, kendaraan lapis baja, sistem komunikasi, hingga platform Iron Dome. Kelompok itu juga mengklaim menjatuhkan dua quadcopter Israel dalam rangkaian operasi tersebut.

Bentrokan dilaporkan terjadi setelah militer Israel melancarkan serangan udara dan tembakan artileri secara intensif di Lebanon selatan. Reuters melaporkan, Israel menggempur Lebanon dengan lebih dari 120 serangan udara pada Selasa, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan militernya memperluas operasi di wilayah tersebut.

Menurut Hizbullah, sekitar pukul 08.45 waktu setempat, para pejuangnya menghancurkan satu tank Merkava Israel menggunakan drone Ababil. Serangan lain disebut menargetkan konsentrasi pasukan dan kendaraan militer Israel di sekitar jalur sungai, jalan menuju Zawtar, kawasan fasilitas air, serta wilayah dekat Yahmar al-Shaqif.

Koresponden Al Mayadeen di Lebanon selatan melaporkan bahwa klaim mengenai masuk atau dikuasainya Zawtar al-Sharqiya oleh pasukan Israel tidak akurat. Menurut laporan tersebut, pertempuran terjadi di pinggiran kota dan sekitar jalur sungai, tempat Hizbullah disebut menargetkan jalur suplai serta kendaraan militer Israel.

Associated Press juga melaporkan bentrokan Israel dan Hizbullah terjadi di sekitar Sungai Litani, kawasan strategis di Lebanon selatan. Hizbullah disebut melancarkan serangan roket, artileri, dan drone peledak terhadap pasukan serta kendaraan Israel yang bergerak ke arah desa-desa di Nabatiyeh, termasuk Yohmor al-Shaqif dan Zawtar al-Sharqiya.

Eskalasi terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Israel di Lebanon. Kementerian Kesehatan Lebanon, sebagaimana dikutip Reuters, melaporkan sedikitnya 31 orang tewas dan 40 lainnya terluka akibat serangan Israel dalam beberapa jam terakhir.

Hizbullah menyebut operasi pada Selasa itu sebagai respons terhadap gerak maju pasukan Israel di Lebanon selatan. Sementara Israel menyatakan operasi militernya ditujukan untuk menghilangkan ancaman terhadap wilayah utara Israel dan pasukannya di lapangan.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI