Kamis, 30 Juli 2026
Beranda / Berita / Dunia / Iran Tembakkan Rudal ke Pasukan AS, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memanas

Iran Tembakkan Rudal ke Pasukan AS, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memanas

Rabu, 29 Juli 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Rudal Zolfaghar dan Qadr, bersama dengan model logam kapal selam mini, dipajang di Lapangan Azadi saat serangan timbal balik antara Iran dan AS, yang dipicu oleh jalur paralel yang dibuat di Selat Hormuz, semakin intensif dari hari ke hari di Teheran, Iran pada 24 Juli 2026. [Foto: Fatemeh Bahrami/Anadolu/Getty Images]


DIALEKSIS.COM | AS - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut Iran meluncurkan beberapa rudal balistik ke arah pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah pada Selasa malam. Serangan tersebut disebut sebagai upaya serangan mendadak, namun seluruh rudal berhasil dicegat.

Meski CENTCOM tidak merinci lokasi sasaran, laporan Axios yang mengutip pejabat AS menyebut pangkalan militer AS di Yordania menjadi target serangan.

Ketegangan kembali meningkat setelah Washington dan Teheran sempat menghentikan permusuhan selama dua hari. Sebelumnya, pasukan AS dan Arab Saudi juga melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi logistik dan persenjataan di Irak timur yang disebut terkait kelompok yang berafiliasi dengan Iran.

Arab Saudi menyatakan serangan dilakukan bersama CENTCOM dan menegaskan tidak menginginkan eskalasi. Namun, Riyadh menyebut akan merespons setiap serangan yang mengancam wilayahnya.

Pasukan Mobilisasi Irak yang didukung Iran menyatakan sedikitnya 20 anggotanya tewas dan 32 lainnya terluka akibat serangan tersebut.

Situasi ini turut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. Harga minyak kembali naik setelah sebelumnya mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden AS Donald Trump disebut mengesampingkan rencana untuk memperluas perang dengan Iran. Iran sendiri sebelumnya mengisyaratkan akan menghentikan serangan selama AS tidak melakukan serangan terhadap wilayahnya.

Sementara itu, Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di Laut Merah. Kapten sebuah kapal tanker dilaporkan mendengar ledakan saat melintas di bagian selatan Laut Merah.

Belum ada konfirmasi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun, kawasan Laut Merah tetap menjadi titik rawan setelah kelompok Houthi sebelumnya mengklaim menyerang kapal tanker minyak Saudi.

Ketegangan di Laut Merah juga menjadi perhatian karena Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur penting bagi distribusi minyak Arab Saudi yang dialihkan dari Selat Hormuz. Gangguan di jalur tersebut berpotensi semakin memperburuk risiko pasokan minyak global. [cnbc]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI