Jum`at, 04 April 2025
Beranda / Berita / Dunia / Kapal Penelitian China Diduga Terlibat Kegiatan Mata-Mata di Perairan Australia

Kapal Penelitian China Diduga Terlibat Kegiatan Mata-Mata di Perairan Australia

Rabu, 02 April 2025 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi Kapal penelitian ilmiah China, Tansuo-1. Foto: net


DIALEKSIS.COM | China - Sebuah kapal berteknologi tinggi asal China diduga mampu melakukan kegiatan mata - mata, dilaporkan berlayar di lepas pantai Australia, sekutu Amerika Serikat di Samudera Pasifik Selatan.

Menurut Newsweek, Selasa (1/4/2025), Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa kapal tersebut sedang menjalankan apa yang mereka sebut sebagai "aktivitas normal" di laut, yang sesuai dengan hukum internasional.

Kehadiran kapal penelitian China itu terjadi kurang dari sebulan setelah angkatan laut negara tersebut menyelesaikan pelayaran mengelilingi Australia. Pada pelayaran tersebut, tiga kapal kelompok tugas berlayar dari pesisir timur menuju pesisir barat melalui perairan selatan.

Penelitian yang dilakukan kapal tersebut memiliki dua tujuan, salah satunya berpotensi untuk pengembangan militer, yang memicu kekhawatiran di Amerika Serikat seiring dengan meningkatnya persaingan geopolitik antara kedua negara. Meski demikian, Beijing sebelumnya menegaskan bahwa penelitian ilmiahnya bertujuan untuk kepentingan damai.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengonfirmasi keberadaan kapal China itu. Meskipun ia menyamakan situasi kapal tersebut dengan kapal-kapal Australia yang beroperasi di Laut China Selatan dan Selat Taiwan, ia menyatakan, "Saya lebih suka jika kapal itu tidak ada di sana."

Laut China Selatan dan Selat Taiwan, yang terletak di lepas pantai China, telah menjadi kawasan yang diperebutkan, dengan Beijing menolak apa yang mereka sebut sebagai "campur tangan eksternal" di wilayah tersebut.

Sementara itu, pemimpin oposisi Australia, Peter Dutton, mengkritik Albanese karena dianggap lemah dalam hal keamanan nasional. "Ada pengumpulan intelijen dan tentu saja, ada pemetaan kabel bawah laut," ujarnya, merujuk pada aktivitas kapal China tersebut.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI