Rabu, 30 September 2026
Beranda / Berita / Dunia / Kasus Ebola di Kongo Tembus 8.000, Hampir 4.000 Orang Meninggal

Kasus Ebola di Kongo Tembus 8.000, Hampir 4.000 Orang Meninggal

Selasa, 29 September 2026 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Petugas menangani wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo. [Foto: Anadolu Agency]


DIALEKSIS.COM | Kongo - Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Kongo telah mencapai 8.067 kasus dengan 3.901 kematian hingga 26 September 2026. Wabah yang menyebar di 63 zona kesehatan di tujuh provinsi itu memiliki tingkat kematian lebih dari 48 persen.

Wabah diumumkan pada 15 Mei dan disebabkan virus Bundibugyo, salah satu jenis virus Ebola yang langka. Hingga kini, belum tersedia pengobatan maupun vaksin khusus yang diketahui untuk jenis virus tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut tingginya angka kematian menunjukkan seriusnya wabah sekaligus tantangan dalam mendeteksi kasus dan memberikan perawatan secara cepat.

Kondisi tersebut diperburuk oleh keterbatasan tenaga kesehatan. WHO melaporkan sejumlah tenaga kesehatan mengalami keterlambatan pembayaran, sementara Africa CDC mencatat 50 tenaga kesehatan meninggal sejak wabah diumumkan.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) juga memperingatkan dampak wabah terhadap layanan kesehatan lainnya. Di Provinsi Ituri, layanan kesehatan primer rutin turun 13 persen antara April dan Juni akibat tekanan terhadap tenaga dan operasional kesehatan.

Meski kasus mulai menurun di sejumlah wilayah seperti Ituri dan Haut-Uele, wabah terus menyebar ke daerah lain. Africa CDC mencatat laju penyebaran wabah ini telah melampaui wabah Ebola Afrika Barat pada periode yang sama.

Upaya pengendalian masih menghadapi berbagai kendala, termasuk kondisi keamanan yang tidak stabil, perpindahan penduduk, aksi mogok tenaga kesehatan, dan tingginya mobilitas masyarakat. [AP/abc news]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI