DIALEKSIS.COM | Beijing - Jumlah korban tewas akibat ledakan di pabrik kembang api pekan ini di Tiongkok tengah telah meningkat menjadi 37 orang, menurut laporan media pemerintah pada hari Jumat (8/5/2026).
Pihak berwenang setempat mengatakan satu orang masih hilang, menurut kantor berita resmi Tiongkok, Xinhua.
Ledakan terjadi pada hari Senin di sebuah pabrik kembang api di kota Changsha, provinsi Hunan. Pihak berwenang mengatakan mereka masih menyelidiki penyebabnya dan telah memerintahkan penghentian semua produksi kembang api di daerah sekitarnya.
Laporan awal juga menyebutkan bahwa lebih dari 60 orang terluka.
Media pemerintah China Daily mengatakan bahwa pabrik tersebut dioperasikan oleh Huasheng Fireworks Manufacturing and Display Co. di kota setingkat kabupaten yang dikelola Changsha, Liuyang, sebuah pusat produksi kembang api terkemuka di negara itu.
Liuyang memiliki sejarah panjang dalam produksi kembang api. Organisasi Guinness World Records menyatakan bahwa kembang api pertama yang didokumentasikan secara akurat, yaitu petasan Tiongkok, dikaitkan dengan Li Tian, seorang biksu yang tinggal di dekat Liuyang selama Dinasti Tang Tiongkok sekitar tahun 618 hingga 907 Masehi.
Pada bulan Februari, Tiongkok melaporkan dua ledakan mematikan di toko-toko kembang api sekitar periode Tahun Baru Imlek. [AP/abc news]