Kamis, 28 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / LEGO Foundation Gelontorkan US$97 Juta untuk Pendidikan Anak di Wilayah Konflik

LEGO Foundation Gelontorkan US$97 Juta untuk Pendidikan Anak di Wilayah Konflik

Rabu, 27 Mei 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

LEGO Foundation Gelontorkan US$97 Juta untuk Pendidikan Anak di Wilayah Konflik. [Foto: Bigstock]


DIALEKSIS.COM | AS - LEGO Foundation mengumumkan komitmen pendanaan sebesar US$97 juta untuk memperluas program pendidikan bagi anak-anak yang terdampak konflik di Afrika Timur dan Timur Tengah.

Dana filantropi itu akan disalurkan melalui kemitraan lima tahun dengan International Rescue Committee (IRC), organisasi kemanusiaan internasional yang mengembangkan program pembelajaran berbasis permainan untuk membantu anak-anak belajar sekaligus pulih dari trauma akibat perang dan krisis kemanusiaan.

Program tersebut menargetkan menjangkau sekitar 5 juta anak di sejumlah wilayah konflik, termasuk Ethiopia, Lebanon, Palestina, Somalia, Sudan Selatan, Sudan, Suriah, dan Uganda.

Presiden IRC David Miliband mengatakan anak-anak yang lahir di tengah konflik kehilangan masa kecil mereka, sehingga dukungan pendidikan dan pemulihan psikososial menjadi penting.

Melalui program bernama PlayMatters, guru-guru dilatih untuk mengintegrasikan metode belajar sambil bermain bagi anak usia 3 hingga 12 tahun. Program itu juga mencakup materi pembelajaran digital dan siaran radio untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses akibat konflik atau bencana.

CEO LEGO Foundation Sidsel Marie Kristensen mengatakan skema pendanaan dibuat fleksibel agar bantuan dapat dialihkan sesuai perkembangan situasi konflik yang berubah cepat.

Menurut IRC, kebutuhan pendidikan bagi anak-anak di wilayah krisis masih menjadi sektor yang kurang mendapat pendanaan dalam bantuan kemanusiaan global, terutama di tengah pemotongan anggaran bantuan internasional oleh sejumlah negara donor.

LEGO Foundation sebelumnya juga mendanai program “Ahlan Simsim” bersama IRC dan Sesame Workshop untuk mendukung anak-anak pengungsi Suriah dan Rohingya. [AP/abc news]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI