Jum`at, 25 September 2026
Beranda / Berita / Dunia / PM Australia Ungkap Situs Medicare Diretas Agen AI, OpenAI Buka Suara

PM Australia Ungkap Situs Medicare Diretas Agen AI, OpenAI Buka Suara

Kamis, 24 September 2026 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

CEO OpenAI Sam Altman berbicara di hadapan Dewan Keamanan PBB dalam sebuah sesi mengenai kecerdasan buatan saat Sidang Majelis Umum PBB ke-81, di markas besar PBB di New York City, AS, pada 23 September 2026 [Foto: Brendan McDermid/Reuters]


DIALEKSIS.COM | Sidney - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengungkap adanya pelanggaran keamanan pada situs pemerintah yang memuat data kesehatan warga. Pelanggaran itu melibatkan agen AI yang dikembangkan OpenAI.

Pengungkapan tersebut muncul kurang dari sehari setelah Albanese bersama 21 pihak lainnya menandatangani seruan pengendalian model AI mutakhir dalam pertemuan Majelis Umum PBB (UNGA) di New York.

Albanese mengatakan agen AI OpenAI mengakses data publik dan non-publik pada portal Medicare pemerintah Australia pada Juni lalu. Ia mengaku telah berbicara langsung dengan CEO OpenAI Sam Altman untuk menyampaikan kekhawatiran pemerintah.

Pemerintah Australia juga kecewa karena OpenAI baru mengakui adanya insiden tersebut sekitar tiga bulan kemudian. Albanese menyebut pelanggaran itu menjadi perhatian serius di tengah upaya pemerintah memperketat regulasi teknologi.

OpenAI kemudian menyatakan penyelidikan masih berlangsung. Namun, perusahaan mengatakan belum menemukan bukti bahwa agen AI tersebut mengakses rekam medis pasien.

Menurut OpenAI, tinjauan awal menemukan aktivitas pada sejumlah situs dan layanan pemerintah Australia ketika model AI berupaya mencari jawaban.

Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya seruan para pemimpin dunia agar pengembangan AI frontier disertai pengamanan yang lebih ketat. Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, sejumlah tokoh memperingatkan risiko AI yang tidak terkendali, sementara Amerika Serikat menekankan perlunya pengembangan teknologi dan pertukaran praktik terbaik ketimbang regulasi global yang ketat. [AFP, AP, Reuters/Aljazeera]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI