DIALEKSIS.COM | La Paz - Presiden Bolivia Rodrigo Paz menetapkan keadaan darurat nasional selama 90 hari untuk mengatasi blokade jalan yang telah melumpuhkan pasokan makanan dan bahan bakar serta mengganggu perekonomian selama hampir 50 hari.
Kebijakan ini memberi wewenang kepada militer untuk membantu polisi membuka akses jalan dan memulihkan ketertiban.
Dalam pidato nasional, Paz menegaskan blokade yang mengisolasi ibu kota administratif La Paz bukan lagi bentuk protes sosial, melainkan upaya terorganisir yang mengancam demokrasi. Dekrit darurat melarang pemblokiran jalan yang mengganggu transportasi dan distribusi logistik.
Gelombang demonstrasi dipicu oleh kebijakan penghematan pemerintah, termasuk penghapusan subsidi bahan bakar yang memicu inflasi. Bentrokan antara demonstran dan aparat telah menyebabkan ratusan penangkapan, puluhan korban luka, serta sedikitnya 17 kematian yang sebagian dikaitkan dengan terganggunya akses layanan kesehatan.
Meski pemerintah telah mencapai kesepakatan dengan salah satu serikat buruh untuk menghentikan blokade, sebagian kelompok demonstran tetap menuntut pengunduran diri Paz.
Protes dipimpin oleh kelompok masyarakat adat dan pekerja pedesaan yang menilai pemerintah mengabaikan kepentingan mereka sejak berkuasa pada November lalu. [AP & Reuters]
