Minggu, 25 Oktober 2026
Beranda / Berita / Dunia / RI Pangkas Ekspor Gas, Singapura Andalkan Pasokan dari Mana?

RI Pangkas Ekspor Gas, Singapura Andalkan Pasokan dari Mana?

Minggu, 25 Oktober 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi Negara Siangpura yaitu Merlion, patung berkepala singa dan berbadan ikan yang terletak di Merlion Park. Foto: ist


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Indonesia mulai mengurangi ekspor gas bumi ke Singapura pada Sabtu (24/10/2026) untuk memperkuat pasokan kelistrikan dalam negeri. Kebijakan ini menyorot ketergantungan negara tetangga tersebut terhadap gas alam sebagai sumber utama pembangkit listrik.

Otoritas Pasar Energi Singapura atau Energy Market Authority (EMA) menyebut sekitar 95 persen listrik negara itu dihasilkan menggunakan gas alam impor. Keterbatasan sumber daya alam dan ruang pengembangan energi terbarukan membuat gas masih memegang peran penting dalam menjaga kebutuhan listrik Singapura.

Pasokan gas tersebut masuk melalui dua jalur, yakni jaringan pipa dari Indonesia dan Malaysia serta pengiriman gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dari berbagai pemasok internasional.

Pada 2025, gas melalui pipa menyumbang 43 persen dari total impor gas Singapura. Sisanya, sebesar 57 persen, berasal dari LNG. Angka tersebut memperlihatkan bahwa Singapura memiliki beberapa sumber pasokan untuk menopang pembangkit listriknya.

Dari sisi Indonesia, SKK Migas menjelaskan pengalihan pasokan mencakup 31 juta standar kaki kubik gas per hari. Rinciannya, sebanyak 15 juta berasal dari Natuna dan 16 juta dari Sumatra.

Gas dari Natuna dialihkan kepada PLN Batam melalui jaringan pipa WNTS–Pulau Pemping–Batam. Sementara itu, pasokan dari Sumatra diarahkan melalui pipa TGI untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan di Batam, Bintan, dan Sumatra. Pengalihan tersebut ditujukan untuk menjaga keandalan pasokan gas bagi pembangkit dalam negeri.

Menanggapi pengurangan itu, EMA menyatakan volume yang terdampak kurang dari dua persen dari total kebutuhan gas harian Singapura. Berdasarkan informasi yang diterima otoritas tersebut dari para importir, pengurangan berlangsung selama 18 hari.

EMA juga menyebut telah menyiapkan langkah antisipasi. Dalam beberapa bulan terakhir, Singapura pernah menghadapi penurunan pasokan akibat pemeliharaan fasilitas dan menutup kekurangannya menggunakan sumber gas lain. Singapore GasCo pun dinyatakan siap menambah impor LNG sewaktu-waktu.

Perusahaan pembangkit listrik di Singapura diwajibkan menjaga kecukupan cadangan bahan bakar, termasuk solar. Menurut EMA, langkah tersebut membantu memastikan pasokan energi tetap mencukupi kebutuhan nasional.

Meski demikian, dampak pengurangan pasokan telah dirasakan pada tingkat pemasok. Importir Gas Supply menyatakan pengiriman kepada pelanggannya terdampak penurunan sementara pasokan dari Indonesia. Perusahaan itu telah menghubungi pelanggan yang terkena dampak dan berkoordinasi dengan pemasoknya.

Dalam jangka panjang, Singapura juga menyiapkan terminal LNG kedua untuk memperluas akses terhadap pemasok dunia. Fasilitas tersebut diperkirakan mulai beroperasi menjelang akhir dekade ini, sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan pasokan energi.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
esdm 3