Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Rob Jetten Resmi Jadi Perdana Menteri Termuda Belanda

Rob Jetten Resmi Jadi Perdana Menteri Termuda Belanda

Selasa, 24 Februari 2026 09:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Rob Jetten, Perdana Menteri Belanda. Foto: net


DIALEKSIS.COM | Internasional - Politikus sentris, Rob Jetten, resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Belanda pada Senin (23/2). Pelantikan tersebut menjadikannya sebagai pemimpin termuda dalam sejarah negara itu.

Jetten bersama para anggota kabinetnya diambil sumpah oleh Willem-Alexander di Istana Huis Ten Bosch, Den Haag. Momen tersebut menandai dimulainya pemerintahan baru setelah melalui proses politik yang relatif singkat dibandingkan periode sebelumnya.

“Sudah dilantik. Kami akan mulai bekerja. Saatnya bertugas,” tulis Jetten melalui akun media sosial X miliknya, seraya mengunggah foto bersama para menteri yang berpose dengan Raja Willem-Alexander.

Kemenangan Jetten dalam pemilu Oktober lalu tergolong mengejutkan. Partainya, Democrats 66 (D66), berhasil menyalip dan mengalahkan tipis Partij voor de Vrijheid (PVV), partai sayap kanan jauh yang dipimpin politikus kontroversial Geert Wilders.

Pemilu dipercepat digelar setelah PVV menarik diri dari koalisi pemerintahan sebelumnya yang disebut-sebut sebagai pemerintahan paling berhaluan kanan dalam sejarah modern Belanda dan hanya bertahan selama 11 bulan.

Dalam konfigurasi parlemen terbaru, D66 berkoalisi dengan partai kanan-tengah Christen-Democratisch Appèl (CDA) serta partai liberal Volkspartij voor Vrijheid en Democratie (VVD). Meski demikian, koalisi tiga partai tersebut masih kekurangan sembilan kursi untuk mencapai mayoritas di parlemen, dengan total sementara 66 kursi.

Proses pembentukan koalisi berlangsung selama 117 hari jauh lebih cepat dibanding pemerintahan sebelumnya yang memerlukan 223 hari untuk terbentuk.

Usai memenangkan pemilu, Jetten menyatakan bahwa gelombang populisme dapat dikalahkan “jika berkampanye dengan pesan positif untuk negara.” Dalam kampanyenya, ia juga menegaskan komitmen untuk “mengembalikan Belanda ke jantung Eropa, karena tanpa kerja sama Eropa, kita bukan apa-apa.”

Dalam manifesto bersama yang diterbitkan Januari lalu, partai-partai koalisi berjanji mendukung penuh Ukraina serta memenuhi komitmen belanja pertahanan sesuai standar NATO. Selain itu, mereka berkomitmen melanjutkan pengetatan kebijakan migrasi, termasuk memperketat aturan reunifikasi keluarga.

Di bidang fiskal, pemerintahan Jetten juga berencana memangkas sejumlah tunjangan sosial, termasuk tunjangan pengangguran, guna membiayai peningkatan investasi di sektor militer dan pertahanan.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI