DIALEKSIS.COM | Ankara - Turki sepakat menarik pasukannya secara bertahap dari pangkalan militer Bashiqa-Zelikan di Irak utara dan menyerahkan kendalinya kepada pemerintah Irak.
Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Rabu (23/9/2026).
Dalam pernyataan bersama, kedua negara menyebut penarikan pasukan Turki akan dilakukan berdasarkan mekanisme dan jadwal yang telah disepakati.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Irak berkomitmen memperluas otoritas pemerintah di wilayah Sinjar serta mengakhiri keberadaan kelompok bersenjata asing yang dilarang.
Bashiqa selama ini menjadi salah satu sumber ketegangan Ankara-Baghdad. Turki mendirikan pangkalan tersebut pada 2015 untuk mendukung operasi melawan kelompok ISIS dan membantu mengamankan wilayah Irak utara.
Turki juga mendesak Irak menindak kelompok yang memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), termasuk Unit Perlawanan Sinjar. Kelompok milisi Yazidi tersebut sebelumnya berperan dalam perang melawan ISIS, tetapi dianggap sebagai ancaman oleh Ankara karena afiliasinya dengan PKK.
Kesepakatan terbaru ini berlangsung ketika Amerika Serikat juga bersiap mengakhiri kehadiran militernya di Irak. Di sisi lain, Turki tengah menjalankan proses perdamaian dengan PKK yang mencakup rencana pembubaran kelompok dan peletakan senjata. [AP/abc news]