Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / 12 IKM Tembus Rantai Pasok Haji 2026

12 IKM Tembus Rantai Pasok Haji 2026

Jum`at, 17 April 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengungkapkan, dari hasil fasilitasi yang dilakukan, sejumlah IKM telah menjadi pemasok produk seperti batik, mukena, hingga kain ihram. [Foto: dok. Kemenperin]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat sebanyak 12 industri kecil dan menengah (IKM) binaannya berhasil masuk dalam rantai pasok perlengkapan haji tahun 2026 (1447H). Capaian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat peran industri dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, keterlibatan IKM dalam penyediaan perlengkapan haji merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas akses pasar. 

“Pemerintah terus berupaya agar kebutuhan dalam negeri, termasuk untuk penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, dapat dipenuhi oleh produk industri nasional,” ujarnya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, potensi ekonomi dari ekosistem haji dan umrah sangat besar dan perlu dimanfaatkan oleh pelaku industri nasional. Dengan jumlah jemaah yang besar setiap tahun, peluang tersebut dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi IKM.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengungkapkan, dari hasil fasilitasi yang dilakukan, sejumlah IKM telah menjadi pemasok produk seperti batik, mukena, hingga kain ihram. 

“Produk IKM binaan kami telah menjadi bagian dari perlengkapan resmi jemaah haji Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, empat IKM di antaranya telah menjalin kontrak pengadaan dengan Bank Syariah Indonesia sebagai Bank Penerima Setoran (BPS) haji. Selain itu, delapan IKM batik lainnya juga telah memenuhi persyaratan sertifikasi Batikmark untuk menjamin keaslian produk.

Kemenperin menyatakan akan terus memperkuat pembinaan IKM melalui peningkatan kapasitas produksi, sertifikasi, serta perluasan akses pasar agar lebih banyak pelaku usaha kecil dapat masuk dalam rantai pasok nasional maupun global. [red]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI