Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Aceh Gaet Investasi UEA, Mualem Bentuk Tim Kerja Sama Strategis

Aceh Gaet Investasi UEA, Mualem Bentuk Tim Kerja Sama Strategis

Selasa, 28 April 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), bersama Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri. Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), bersama Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri, sepakat membentuk tim bersama guna mendorong program investasi, perdagangan, hingga konektivitas penerbangan di Aceh. Tim tersebut dijadwalkan mulai bekerja pada Mei 2026.

Kesepakatan itu lahir dalam pertemuan audiensi yang berlangsung di kediaman Dubes UEA di kawasan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026). Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi, menyebut pertemuan tersebut menjadi langkah awal membuka peluang usaha bagi investor UEA di Aceh.

“Ini kunjungan audiensi, sekaligus membuka ruang investasi dan kerja sama ekonomi di Aceh,” ujar Nurlis.



Dalam pertemuan itu, Mualem turut didampingi sejumlah staf khusus, di antaranya Dr Suraiya IT, HM Fauzan Kamil Lc MA, H Teuku Irsyadi, Iskandarsyah Bakrie Saadudin, dan Vanda Mutia. Sementara Dubes UEA hadir bersama perwakilan maskapai Emirates dan Etihad Indonesia, serta pejabat Kedutaan Besar UEA bidang investasi dan perdagangan.

Nurlis menjelaskan, Gubernur Aceh memaparkan berbagai potensi investasi strategis, mulai dari sektor minyak dan gas, pertambangan, hingga industri pengolahan kelapa sawit menjadi minyak goreng.

Tak hanya itu, peluang ekspor produk pertanian olahan juga menjadi perhatian. Produk seperti minyak nilam dan kayu gaharu disebut memiliki potensi besar sebagai bahan baku parfum yang diminati pasar Timur Tengah.

Selain itu, Aceh juga menawarkan produk turunan kelapa seperti minyak kelapa, tepung kelapa, briket arang, hingga sabut kelapa. Di sektor energi terbarukan, potensi biomassa seperti wood pellet dan karbon aktif dari cangkang kelapa maupun sawit juga turut dipaparkan.

Pihak UEA menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Bahkan, maskapai Emirates dan Etihad menyatakan minat untuk membuka kantor serta rute penerbangan langsung dari Aceh ke UEA, yang nantinya dapat terhubung ke Arab Saudi untuk mendukung perjalanan umrah.

“Ini tentu membuka peluang besar bagi konektivitas dan ekonomi Aceh,” kata Nurlis.

Selain kerja sama ekonomi, Dubes UEA juga menyatakan komitmen mendukung pemulihan pembangunan pascabencana di Aceh, termasuk pembangunan perumahan, lahan pertanian, dan infrastruktur jalan.

Di sisi lain, UEA melalui Mubadala Energy kembali menegaskan rencana investasinya untuk membangun fasilitas logistik shorebase guna mendukung eksplorasi Blok Andaman di Aceh. []

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI