Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Devisa Indonesia Maret 2026 Sentuh US$148,2 Miliar, Kenapa Turun?

Devisa Indonesia Maret 2026 Sentuh US$148,2 Miliar, Kenapa Turun?

Rabu, 08 April 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$148,2 miliar pada akhir Maret 2026. Angka ini sedikit menurun dibandingkan posisi akhir Februari 2026 yang mencapai US$151,9 miliar. [Foto: Desain AI oleh dialeksis]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$148,2 miliar pada akhir Maret 2026. Angka ini sedikit menurun dibandingkan posisi akhir Februari 2026 yang mencapai US$151,9 miliar.

Bank Indonesia (BI) menjelaskan bahwa penurunan tersebut dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah, di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Meski demikian, BI menegaskan bahwa posisi cadangan devisa saat ini masih tergolong sangat kuat. Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini juga jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran 3 bulan impor.

"Posisi cadangan devisa tetap mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tulis BI, Rabu (8/4/2026).

BI menambahkan bahwa stabilitas nilai tukar Rupiah turut dijaga melalui kebijakan stabilisasi yang dilakukan secara aktif sebagai respons terhadap dinamika global.

Ke depan, BI optimistis ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga. Hal ini didukung oleh aliran masuk modal asing yang masih positif serta persepsi investor terhadap prospek ekonomi Indonesia yang dinilai tetap menarik.

Selain itu, BI juga menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. [ra]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI